[Unpad.ac.id, 8/04/2015] Kolaborasi Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad, Ir. Mimin Muhaemin, M.Eng., PhD dan tim dari program studi Fisika MIPA Unpad menghasilkan prototipe mobil listrik dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang akan digunakan di dalam kampus sebagai bagian dari pelaksanaan program green campus.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, meresmikan prototipe mobil listrik dan SPLU tersebut bersamaan dengan peresmian Gedung Dekanat Fakultas Teknik Geologi Unpad di Jatinangor, Selasa (7/04) kemarin. “Ini adalah salah satu produk penelitian yang menghilir. Kita harapkan akan banyak lagi penelitian yang menghilir,” ujar Rektor.*
Rencana ke depan, mobil listrik ini digunakan untuk mengangkut sampah di lingkungan Kampus Jatinangor. Hal ini untuk mendukung program green campus yang telah dilakukan oleh Unpad, dimana sampah dipilah berdasarkan sifat hayatinya untuk diproses secara aerob dan anaerob.
Dengan menggunakan mobil bertenaga listrik, Ir. Mimin berharap dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil di lingkungan kampus Jatinangor. “Ini baru tahap pertama, tahun depan kita rencanakan untuk membuat mobil hybrid,” jelasnya.
Sampah juga diolah untuk dihasilkan energi. Dalam hal ini, pengolahan sampah dari energi dilakukan di

Rumah Mandiri Energi yang diinisiasi oleh tim dari prodi Fisika FMIPA Unpad . Rumah energi tersebut berlokasi di belakang Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.
“Di Rumah tersebut kita integrasikan energi matahari, angin, biogas, dan sampah. Kami sudah menghasilkan 24 ribu watt,” ujar Dr. Eng. Camellia Panatarani, M.Si, dosen prodi Fisika FMIPA.
Dengan demikian, listrik yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk alternatif pemenuhan listrik di Jatinangor, termasuk di antaranya menjadi sumber daya di SPLU.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
