[Unpad.ac.id, 25/08/2015] Keterlibatan masyarakat Jatinangor sangat dibutuhkan dalam pengembangan Unpad. Selama lebih dari 30 tahun berlokasi di Jatinangor, keberadaan Unpad haruslah dirasakan positif oleh masyarakat Jatinangor maupun Sumedang pada umumnya.

Sebagai upaya untuk melibatkan peran masyarakat Jatinangor, Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melakukan pertemuan dengan Camat dan Kepala Desa se-kecamatan Jatinangor. Pertemuan tersebut digelar di Ruang Rapat Kecamatan Jatinangor, Senin (24/08) siang.
Kunjungan tersebut diterima secara resmi oleh Camat Jatinangor, Ida F. Sobandi, beserta jajaran, serta para Kepala Desa dan perwakilan dari 12 Desa di kawasan Jatinangor. Selain Prof. Tri, turut hadir Prof. Ramdan Panigoro, dr., Kepala Staf Khusus Rektor dan staf, Kepala Biro SDM, Hukum, dan Tata Kelola Slamet Suprapto, S.Sos., M.Si., beserta staf Rektorat Unpad.
Dalam kunjungan tersebut Rektor mengungkapkan, sivitas akademika Unpad merasakan kontribusi Unpad terhadap masyarakat Jatinangor masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Rektor sudah mengingatkan kepada para mahasiswa untuk tidak melakukan aktivitas yang merugikan warga Jatinangor.
“Mereka (mahasiswa) dan dosen harus menjadi contoh bagi warga Jatinangor,” kata Rektor.
Ada beberapa program yang disosialisasikan oleh Rektor. Program pertama yang disampaikan terkait pelaksanaan Olimpiade Olahraga Tradisional (OOTrad) pada 13 September mendatang. Kegiatan yang menjadi bagian dalam rangkaian Dies Natalis ke-58 Unpad, kali ini akan diikuti oleh perwakilan Kota/Kabupaten se-Bandung Raya.
Untuk itu, Rektor mengajak para pimpinan masyarakat Jatinangor untuk mengirimkan kontingennya guna memeriahkan pelaksanaan OOTrad. Rencananya, gelaran akbar ini akan dilangsungkan di komplek kampus Jatinangor.
Sosialisasi kedua yang disampaikan terkait afirmasi pendidikan bagi siswa siswi Jatinangor untuk bisa berkuliah di Unpad. Melalui program Unpad Nyaah ka Jabar, Unpad juga memprioritaskan siswa siswi Jatinangor untuk bisa berkuliah di Unpad.
“Kita prioritaskan siswa siswi dari Jatinangor untuk bisa berkuliah di Unpad dengan catatan mereka memiliki kemampuan akademik yang baik,” kata Rektor.
Terkait dengan kunjungan mahasiswa baru ke desa di kawasan Jatinangor, akan ada program lanjutan yang akan dilakukan. Sebagai upaya kontribusi bagi desa, dosen dan mahasiswa direncanakan akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sosialisasi ini direspons positif oleh Ida. “Kami sangat antusias dan bangga. Kami juga welcome dengan beberapa kegiatan yang dilakukan Unpad bagi masyarakat Jatinangor,” kata Ida.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
