Prof. Dominika Maison, “Konsumen Tidak Melulu Bertindak Atas Dasar Ekonomi”

Prof. Dominika Maison, Guru Besar Psikologi dari University of Warsawa, saat memberikan studium generale di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Selasa (10/11). (Foto oleh: Dadan T.)*

[Unpad.ac.id, 10/11/2015] Setiap produsen perlu memahami konsumen agar produk yang dihasilkan dapat tepat digunakan. Pemahaman tersebut meliputi bagaimana perilaku konsumen, cara pandang konsumen hingga apa yang konsumen butuhkan dari suatu produk.

Prof. Dominika Maison, Guru Besar Psikologi dari University of Warsawa, saat memberikan studium generale di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Selasa (10/11). (Foto oleh: Dadan T.)*
Prof. Dominika Maison, Guru Besar Psikologi dari University of Warsawa, saat memberikan studium generale di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Selasa (10/11). (Foto oleh: Dadan T.)*

“Kita harus mengubah sedikit cara pikir tentang bagaimana cara pikir seorang konsumen, bagaimana membuat konsumen terkesan, dan bagaimana cara memahami konsumen,” ujar Prof. Dominika Maison, Guru Besar Psikologi dari University of Warsawa, saat memberikan studium generale bertajuk “Understanding Consumer, Attitude Behavior: from Consciousness to Unconsciousness” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (10/11). Studium generale ini digelar oleh program studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad.

Prof. Dominika mengungkapkan pentingnya memahami konsumen. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan seorang konsumen, hingga value yang didapat konsumen dari suatu produk.

“Pilihan konsumen bergantung pada value yang didapat konsumen,” kata Profesor dari Department Psychology University of Warsawa tersebut.

Perilaku konsumen menurutnya saat ini mengalami suatu revolusi, yakni dari homo economicus menjadi homo automaticus. Homo automaticus, kata Prof. Dominika, terjadi karena konsumen dipengaruhi oleh stimulus yang ada di dalam pikirannya sehingga mereka memilih menggunakan produk berdasarkan insting belaka.

“Hal inilah yang harus dipahami oleh produsen produk melalui marketing strategi yang baik,” kata Prof. Dominika.

Secara keilmuan, perilaku ini diistilahkan dengan psikologi konsumen. Cabang psikologi ini mempelajari bagaimana perilaku konsumen melalui serangkaian penelitian yang didasarkan pada metodologi penelitian. Namun, menurut Prof. Dominika, penelitian psikologi konsumen berbeda dengan praktik yang dilakukan marketing research.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: