[Unpad.ac.id, 6/06/2016] Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah memberikan beberapa rekomendasi lokasi yang akan dikembangkan menjadi kampus Program Studi di luar Domisili Unpad. Penentuan lokasi ini akan dijadikan sebagai kampus transisi untuk pendidikan vokasional sebelum nantinya dikembangkan menjadi perguruan tinggi mandiri di Pangandaran.

Penentuan lokasi tersebut dibahas dalam acara pertemuan antara Unpad dengan Pemkab Pangandaran di Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (3/06) siang. Tim Unpad yang hadir dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Direktur Kerja Sama Parikesit PhD, Kabag Administrasi Sarana dan Prasarana Drs. Hendra Gunawan, M.Si., Kabag Tata Kelola, Tata Usaha dan Hukum Dra. Heni Suryaningsih, M.I.Kom, Kabag Administrasi Kerja Sama Dra. Ita Indriani, perwakilan tenaga kependidikan, serta perwakilan tim perencanaan pengembangan kampus Unpad di Pangandaran Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum.
Adapun pihak dari Kab. Pangandaran yang hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Sekretaris Daerah Mahmud, SH., MH., Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Sekda Kab. Pangandaran Drs. Undang Sohbarudin, serta beberapa pejabat SKPD di Kab. Pangandaran.
Parikesit menjelaskan, tujuan dari pertemuan ini diantaranya membahas mengenai kesiapan lanjutan pendirian Program Studi di luar Domisili Unpad. Berdasarkan hasil keputusan sebelumnya, Unpad akan melakukan program pendampingan untuk membuka perguruan tinggi mandiri di Kab. Pangandaran. Program pendampingan ini ditargetkan akan berjalan selama 10 tahun ke depan.
Terkait pembukaan Program Studi di luar Domisili pendidikan vokasional sebagai program jangka pendek pengembangan perguruan tinggi mandiri, ada beberapa program studi yang ditargetkan dibuka untuk tahun akademik 2016/2017. Prodi tersebut yaitu Perikanan dan Kelautan, Peternakan, Kepariwisataan, dan Bahasa Inggris.
“Ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini di Pangandaran,” kata Parikesit.
Berdasarkan kesepakatan penentuan prodi tersebut, tim selanjutnya akan memastikan teknis pengembangan kampus, terutama pada penentuan dan penggunaan sarana prasarana, hingga analisis dampak lingkungan dan sosial pasca kampus ini dibangun. Parikesit mengatakan, kesiapan sarana prasarana saat ini menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam pertemuan tersebut, tim Unpad bersama pejabat SKPD Pangandaran juga melakukan peninjauan terhadap Gedung SDN 3 Cikembulan di Kecamatan Sidamulih, Pangandaran. Gedung yang memiliki kapasitas 7 ruang dengan ukuran sekitar 50 meter persegi per ruangan ini dinilai representatif untuk dijadikan kampus transisi.
Heri Gustari, salah satu SKPD di Kab. Pangandaran mengatakan, status gedung SDN 3 Cikembulan ini merupakan lahan milik Pemkab Pangandaran. Lokasi ini pun dinilai representatif karena persis di samping jalan raya utama Cijulang-Pangandaran. Sementara di belakang gedung terdapat sekitar 150 hektar lahan yang dikelola masyarakat dan berstatus Hak Guna Usaha.
Terkait rekomendasi lahan tersebut, Parikesit mengatakan akan mendiskusikan lebih lanjut dengan tim perencanaan. “Kita harus renovasi dulu, dan dihitung kebutuhannya apa saja. Yang jelas ruangan di gedung harus mencakup ruang perkuliahan, tata usaha, dan laboratorium,” ujarnya.
Lebih lanjut Parikesit mengatakan, ada beberapa pertimbangan terkait lokasi yang akan digunakan terutama pada aspek pengalihan aset dan izin penggunaan gedung. Hal ini tentunya harus mendapat dukungan penuh dari Pemkab Pangandaran.
“Ini biasanya akan memakan waktu yang sangat lama. Ini yang harus kita antisipasi,” kata Parikesit.
Setelah proses hukum dan sarana prasarana selesai, langkah selanjutnya ialah penyiapan Sumber Daya Manusia. Parikesit mengatakan, ada dua alternatif awal yang akan dilakukan Unpad terkait penyiapan ini, yaitu penerimaan tenaga dosen dari luar untuk ditempatkan di Pangandaran, serta penguatan keterampilan para guru di Kab. Pangandaran yang memiliki keilmuan linear dengan prodi yang akan dibuka.
Penguatan tersebut diantaranya akan dilakukan kepada tenaga guru di SMKN 1 Pangandaran. Sekolah ini memiliki spesifikasi kejuruan di bidang perikanan yang linear dengan prodi vokasional Perikanan.
“Melalui program afirmasi Unpad Nyaah ka Jabar, kita bisa mendorong putra-putri asal Pangandaran menjadi dosen di Pangandaran. Kita harapkan justru para putra putri Pangandaran yang akan menjadi dosen di sini,” kata Parikesit.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh



