[unpad.ac.id, 31/8/2019] Universitas Padjadjaran berpartispasi dalam acara gelar wicara yang bertemakan “Strategi Tepat Masuk Perguruan Tinggi Impian” di acara Career Day 2019 SMA Edu Global Bandung. Gelar wicara ini diselenggarakan di Eduplex Co Working Space, Jalan Ir. H. Djuanda No. 84, Bandung, Sabtu (31/8).

Staf Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran, Atep Rustandi menjadi narasumber dalam acara gelar wicara tersebut. Atep memaparkan sekilas profil Universitas Padjadjaran. Tidak hanya itu, daya tampung dan keketatan masing-masing program studi serta informasi terkait penerimaan mahasiswa baru di Unpad juga dipaparkan pada saat gelar wicara.
Atep menjelaskan bahwa siswa harus memilih program studi sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Jangan memilih program studi berdasarkan minat, minat itu mungkin saja bersumber dari minat orangtuanya, keluarganya atau temannya sementara minat tersebut bisa saja tidak seimbang dengan kemampuan yang ada,” ujar Atep.
Pada kesempatan tersebut, Atep menyampaikan bahwa nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mahasiswa baru tidak dipublikasikan oleh Unpad. “Nilai UTBK mahasiswa baru yang lolos masuk Unpad setiap tahunnya berubah dan cenderung mengalami kenaikan karena tingginya persaingan, maka dari itu Unpad tidak mengumumkan nilai skor UTBK minimal yang bisa lolos masuk pada program studi yang diinginkan,” jelas Atep.
Menurut Atep strategi dalam pemilihan program studi di Universitas Padjadjaran dapat melihat dari daya saing, keketatan pada tahun lalu serta daya tampung pada tahun ini. “Siswa bisa konsultasikan strategi masuk universitas melalui bimbingan konseling di sekolahnya ataupun konsultasi dengan pihak universitas terkait agar mendapatkan informasi yang valid,” kata Atep.
Saat sesi tanya-jawab, Atep menjelaskan seleksi mandiri Unpad memiliki tahapan dan persyaratan yang lebih sulit jika dibandingkan dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain harus mengikuti UTBK di Unpad, calon mahasiswa jalur seleksi mandiri Unpad diwajibkan untuk lolos pada tes toefl, tes wawancara bahkan tes kemampuan untuk beberapa program studi tertentu.
“Seleksi mandiri Unpad lebih berat dibandingkan SNMPTN maupun SBMPTN karena Unpad tidak identik dengan nominal uang yang besar tetapi justru melihat kemampuan akademik calon mahasiswa. Dengan melalui beberapa kali tes akan terlihat calon mahasiswa tersebut akan mampu lolos sampai di tes yang mana,” ujar Atep.
Acara gelar wicara ini diakhiri dengan pemberian cinderamata dari perwakilan SMA Edu Global Bandung kepada Unpad.*
Laporan oleh Rana Aushaf/am
