Unpad dan Kabupaten Bandung Gelar FGD Pelepasan dan Pengembangan Varietas Ubi Jalar

Foto bersama

[unpad.ac.id, 25/9/2019] Universitas Padjadjaran mendukung pengembangan varietas ubi jalar di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung dan Sumedang. Dukungan dilakukan melalui upaya pengembangan varietas baru dan teknologi budidaya, serta menyiapkan pelatihan dan pendampingan digital marketing bagi petani.

Foto bersama peserta Focus Group Discussion terkait bimbingan teknis dan pengembangan ubi jalar yang digelar di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (24/9).*

Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion terkait bimbingan teknis dan pengembangan ubi jalar yang digelar di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (24/9).

Tim peneliti ubi jalar Unpad sendiri telah menghasilkan varietas unggul baru ubi jalar yang telah mendapat sertifikat pendaftaran varietas dengan nama “Biang” dan “Mencrang”. Varietas Biang diyakini  memiliki kandungan antosianin dan kemanisan yang tinggi, sementara varietas Mencrang memiliki kandungan betakaroten dan kemanisan tinggi.

“Varietas-varietas tersebut saat ini sedang dalam proses uji multilokasi di sentra produksi ubi jalar, yaitu Kabupaten Sumedang, Garut, dan Bandung,” ujar peneliti ubi jalar Fakultas Pertanian Unpad Dr. Agung Karuniawan dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad.

FGD tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad  Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. Dalam sambutannya Dr. Keri sangat mendukung kegiatan pengembangan ubi jalar.  Ia juga mendorong agar pemerintah, akademisi dan masyarakat memanfaatkan Kawasan Sains dan Teknologi Padjadjaran sebagai media untuk berkolaborasi.

Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, perwakilan dari  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Balai Pengembangan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Barat,  Tim RISPRO LPDP DRPMI Unpad, Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Tim Dosen Peneliti Ubi Jalar Unpad, Tim Oorange (Inkubator Bisnis Unpad), PT. Bimandiri Agro Sedaya, serta petani ubi jalar di Kabupaten Bandung.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai varietas unggul baru yang adaptif dan bernilai ekonomi di Kabupaten Bandung, informasi dari pelaku usaha, serta rencana tindak lanjut  dan alih teknologi riset Unpad.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Ina Dewi Kania, MP.,  potensi pengembangan ubi jalar di Kabupaten Bandung masih sangat terbuka lebar. Masalah utama dalam pengembangan ubi jalar di Kabupaten Bandung di antaranya belum adanya pemetaan lahan/ lokasi tanam yang sesuai, produktivitas rata-rata menurun, organisme pengganggu tanaman (,teknologi budidaya dan pemeliharaan yang masih belum sesuai standar operasional prosedur, serta benih sumber yang masih sulit.

Pengembangan varietas lokal di Kabupaten Bandung diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. *

Rilis/art

Share this: