[Unpad.ac.id, 02/11/2012] Penelitian yang dilakukan Muhamad Lukman Nur Hakim mungkin pada awalnya ia laksanakan untuk memenuhi tanggung jawab dalam menuntaskan program studi sarjananya. Namun siapa sangka, melalui penelitiannya itu tanggung jawab untuk diri sendiri tersebut kini menjadi sebuah tanggung jawab dalam mengharumkan nama institusi dan bangsanya.

The Making of Dental Composites Using the Uniform Size and Distribution of Zirconia-Alumina-Silica in a Sol-Gel Technique, melalui judul penelitian tersebut, Lukman, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad yang kini tengah sibuk menjalani co-ass di Rumah Sakit Gigi & Mulut FKG Unpad berhak mewakili Indonesia pada kompetisi The International Association for Dental Research (IADR) di tingkat regional Asia dalam kategori Student Clinician Program. Kompetisi ini diselenggarakan pada tanggal 2-4 November 2012 di Hongkong.
Ditemui sebelum keberangkatannya ke Hongkong, Lukman menjelaskan penelitiannya yang kurang lebih bercerita tentang cara membuat bahan tambal gigi berupa composite dari sumber daya alam yang ada di Indonesia yaitu zilconia, alumina, dan silica. Penelitian tersebut ia lakukan dengan maksud untuk meminimalkan biaya perawatan gigi yang cenderung mahal di Indonesia.
“Penelitian ini untuk memperlihatkan bahwa Indonesia bisa loh bikin composite, bikin bahan tambal sehingga bisa menekan harga agar biaya perawatan tambal gigi bisa lebih murah. Sehingga memicu masyarakat untuk bisa pergi ke dokter gigi,” ujarnya.
Tak mudah baginya untuk langsung menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi tersebut. Sebelumnya, dalam kompetisi IADR yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 27 September lalu, Lukman harus berkompetisi dengan perwakilan universitas lainnya yang ada di Indonesia hingga menjadi juara. Kesulitan pertama yang dihadapinya dalam kompetisi tersebut adalah cara bagaimana membawa alat-alat penelitiannya yang bisa dibilang besar dan tidak mungkin dibawa ke lomba tersebut.
Namun, akhirnya Lukman dapat mengatasinya dengan membuat semacam miniatur dari alat-alat tersebut untuk bahan presentasinya. “Tadinya sih ada beberapa saran pakai foto terus ditempel di sterofoam, tapi itu kurang menarik. Akhirnya saya ada ide kenapa saya tidak buat miniaturnya, dan saya buat miniatur sederhana dari sterofoam,” tuturnya.
Diakui Lukman, kesulitan lainnya yang harus dihadapi dalam kompetisi tersebut berkaitan erat dengan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. “Saya tidak menyangka bisa jadi Juara 1 karena saya merasa kemampuan presentasi bahasa Inggris saya, menurut saya masih kurang dari cukup,” tambahnya.
Tetapi penilaian yang dilakukan Juri bukan hanya berdasar kepada kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris saja melainkan juga didasarkan pada display serta penelitian yang dilakukan. Saat itu, Lukman juga mendapat beberapa masukan mengenai kekurangan yang ia miliki dan hal tersebut yang justru menjadi motivasi bagi dirinya.
Untuk menghadapi kompetisi di tingkat regional Asia, Lukman juga terus berbenah diri terutama dalam mengatasi beberapa kekurangan yang ada dalam dirinya. Dari informasi yang didapatnya, kemungkinan besar kompetisi yang diadakan di Hongkong akan sama seperti yang terjadi di Jakarta.
Oleh karena itu beberapa persiapan telah ia lakukan seperti membuat display presentasi dengan skala yang lebih kecil dan bahan yang lebih padat. Selain itu, ia pun terus mengasah dirinya baik dari segi mental maupun presentasi nanti. “Ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, dan saya akan mencoba semaksimal mungkin untuk memperbaikinya hingga keberangkatan esok,” ucapnya.
Dalam kompetisi ini ia akan berhadapan dengan perwakilan negara-negara Asia lainnya seperti tuan rumah Hongkong, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Myanmar. Berbagai macam dukungan dalam mengikuti kompetisi ini juga telah Lukman dapatkan baik dari sahabat, teman, para dosen, dan institusi.Ia pun berharap dapat memberikan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tersebut dan dapat kembali mewakili Indonesia sekaligus Asia dalam kejuaraan dunia di New Orleans, Amerika. “Yang pasti saya berharap bisa mendapat yang terbaik dengan memberikan yang terbaik,” tandasnya.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar
