Mahasiswa Indonesia Satukan Mimpi dan Rumuskan Solusi untuk Masa Depan Indonesia

[Unpad.ac.id, 21/11/2012] Anak muda sekarang  sebagai kaum penerus bangsa kelak sudah semestinya memiliki mimpi atas negeri ini di masa mendatang. Mimpi-mimpi dan tujuan yang ingin dicapai untuk Indonesia tersebut harus terpikirkan dan disusun dari sekarang guna menjadi tonggak perjuangan bangsa secara bersama.

Logo Unpad *

Kurang lebih hal tersebut lah yang menjadi pemikiran awal diadakannya Sarasehan Nasional dengan tema “Menggagas Indonesia di Masa Depan” yang diadakan di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad Dipati Ukur, Rabu (21/11). Sarasehan yang diadakan oleh BEM Kema Unpad ini diikuti oleh para mahasiswa hampir dari seluruh tanah air Indonesia guna menyatukan mimpi-mimpi mereka. Jadi, ketika para pemimpin sekarang tengah berusaha mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia, maka para pemimpin-pemimpin masa datang juga telah mempersiapkannya dari sekarang.

“Diharapkan, dengan share mimpi-mimpi, visi, dan bagaimana teknis pelaksanaannya, masyarakat Indonesia bisa terinspirasi, yang pada akhirnya merasa memiliki mimpi dan tujuan yang sama-sama bisa kita perjuangkan,” ujar Arbi Ardhi Wijaya selaku Ketua Pelaksana Sarasehan Nasional tersebut ketika ditemui di sela acara.

Tak hanya sekadar membagi dan menyatukan mimpi-mimpi mereka, melalui karantina yang dilakukan sejak Minggu (18/11) ini, para pemimpin masa depan tersebut juga diberikan pengetahuan agar visi mereka dapat disampaikan secara benar agar orang lain pun dapat peduli dan mendapatkan rasa memiliki mimpi yang sama. Selain itu, mereka pun mendapat gambaran global mengenai masa depan dunia.

Kegiatan utama lainnya  dalam rangkain Sarasehan Nasional ini adalah diskusi yang dilakukan peserta terhadap tiga bidang perhatian yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Tiga hal yang mungkin akan selalu menjadi masalah dalam pembangunan bangsa Indonesia di masa mendatang. Namun, salah satu yang menjadi perhatian dalam diskusi ini adalah bukan masalah yang mereka gulirkan melainkan solusi atas permasalahan.

“Kita tidak membahas  masalah lagi, tapi yang kita bahas solusinya. Sekarang kita seperti ini dan masa depan kita mencari jalan untuk dapat setara dengan negara dunia lainnya,” tambah Arbi.

Berbagai macam solusi pun berhasil dirumuskan dalam kegiatan ini seperti misalnya dalam bidang ekonomi yang memandang cara-cara bagaimana agar kita terbebas dari penjajahan ekonomi asing seperti contohnya dengan mengutamakan membeli produk dalam negeri dibandingkan produk asing. Solusi lainnya dalam bidang ekonomi ini adalah kegiatan sadar pajak dan transparansi anggaran yang dilakukan pemerintah.

Dalam bidang kesehatan, solusi yang berhasil dirumuskan yaitu sebuah sistem dimana masyarakat dapat mengecek kesehatannya  secara gratis. Selama ini yang kita ketahui untuk melakukan pengecekan kesehatan saja masyarakat terkadang segan karena harus mengeluarkan biaya. Namun, melalui sistem ini upaya pencegahan justru menjadi garis depan dalam perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia di masa mendatang yang lebih terjamin.

Sementara itu, di bidang pendidikan beberapa pemecahan juga hadir dari mulai mempersiapkan tenaga pendidik yang profesional hingga penyusunan kurikulum yang berbasis pada potensi daerah-daerah yang ada di Indonesia.

Solusi-solusi sederhana tersebut setidaknya dapat menjadi pelatuk bagi perubahan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.”Ini merupakan solusi-solusi konkrit dari hal-hal kecil biasa yang nanti diharapkan bisa membawa perubahan yang besar,” tutur Arby.

Nantinya, solusi-solusi tersebut akan dibuat drafnya dan dijadikan sebuah buku untuk disebarluaskan secara massal ke universitas-universitas yang ada di Indonesia guna menularkan mimpi-mimpi yang telah terangkum tadi.

Sementara itu, Presiden BEM Kema Unpad, R.M. Tanri Arrizasyifaa, menyambut baik kegiatan ini untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam melihat permasalahan sekaligus menyampaikan solusinya di depan umum. “Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berani maju, berani berbicara, berani menyampaikan gagasan, bukan hanya seorang penyedia panggung belaka,” tegas Tanri.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: