Laporan oleh Arif Maulana

[unpad.ac.id, 7/10/2020] Universitas Padjadjaran akan membagikan jas almamater, kaos, dan dasi kepada mahasiswa angkatan 2020/2021 jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, dan Pascasarjana. Mekanisme pembagian jas akan dilakukan dengan dua cara, yaitu diambil secara langsung serta dikirimkan ke alamat rumah masing-masing.
Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Universitas Padjadjaran Dr. Eng. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam mengatakan, pengambilan kelengkapan jas almamater secara langsung hanya diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari lima kota, yaitu: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
“Kita sudah atur by system, jadi yang mendapatkan untuk pengambilan secara langsung adalah yang berada di wilayah Bandung dan sekitarnya. Di luar Bandung, tidak bisa mendapatkan nomor pengambilan secara langsung,” jelas Boy saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/10).
Bagi mahasiswa yang berlokasi di lima kota tersebut akan diberikan pengumuman untuk melakukan pendaftaran pengambilan lewat aplikasi students Unpad. Tercatat, ada sekira 3.000 mahasiswa yang akan melakukan pengambilan jas dan kelengkapannya secara langsung.
[irp]
Pengambilan secara langsung mulai dilakukan pada 8 hingga 30 Oktober mendatang. Lokasi pengambilan jas almamater dilakukan di selasar Gedung 4 Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung.
Setiap harinya, Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni membatasi jumlah pengambilan sebanyak 200 orang. Jumlah ini terbagi ke dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 sebanyak 100 orang pada pukul 09.00 – 12.00 WIB, serta sesi 2 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB.
Mahasiswa disilakan mengambil sesuai dengan nomor dan jadwal yang didapat saat pendaftaran dengan membawa identitas dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Unpad, baik secara fisik maupun digital.
Boy menjelaskan, proses pengambilan jas secara langsung tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Protokol kesehatan pasti kita jaga. Dan kita asumsi bahwa 100 orang dalam 3 jam itu tidak akan terjadi penumpukan,” terangnya.
Selain itu, bagi mahasiswa yang akan mengambil secara langsung juga diwajibkan dalam kondisi sehat. Bagi mahasiswa yang sakit tidak diperkenankan untuk datang ke kampus Unpad.
[irp]
“Kalau yang sakit atau ada kendala kesehatan tidak usah memaksakan, karena pasti akan kita distribusikan,” ujar Boy.
Sementara bagi mahasiswa yang tinggal di luar 5 kota tersebut, kelengkapan jas almamater akan didistribusikan melalui pos. Pendistribusian akan dilakukan dalam waktu dekat.
Saat ini, Unpad tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perbankan dan jasa pengiriman agar proses distribusi ini berjalan optimal.
Boy juga mengharapkan agar mahasiswa dapat menuliskan alamat tempat tinggal berikut nomor kontak secara lengkap pada laman students Unpad. Ini bertujuan agar proses distribusi jas almamater dapat tepat sesuai tujuan.
“Diharapkan yang diisi oleh mahasiswa itu yang update. Jangan sampai mengisi biodata yang gonta-ganti karena akan menyulitkan proses distribusi,” kata Boy.*
