Rilis

[unpad.ac.id, 23/11/2020] Situasi pandemi mendorong perubahan perilaku belanja masyarakat. Aktivitas belanja di lokapasar (marketplace) meningkat seiring pembatasan aktivitas masyarakat di sentra perbelanjaan luring.
Kemudahan belanja lewat lokapasar ternyata meningkatkan pola hidup konsumtif di masyarakat. Apalagi hal ini didukung dengan semakin masifnya lokapasar menawarkan kemudahan dan promosi untuk menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Semakin masif, magnet belanja ini mulai menyebar ke masyarakat lainnya.
Berbekal kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran menginisiasi kampanye sosial untuk mengendalikan perilaku konsumtif masyarakat. Kampanye sosial yang digagas bertajuk “Simlife.id”.
Kampanye sosial ini menggunakan platform Instagram dengan akun @simlife.id. Digawangi Dhea Sekar Ayu, Nur Fauziyyah Zaid, Muhammad Ihsan Yasin, Sholehatun Rohmaniar, Petrus Dominico Pane, dan Shela Nur Rahmatik, Simlife.id mengampanyekan budaya hidup minimalis kepada publik.
Dikutip dari laman FISIP Unpad, Dhea dan tim mengajak publik untuk tidak terlena dengan arus globalisasi konsumtif. Ini disebabkan, aktivitas belanja yang konsumtif cenderung merealisasikan “keinginan” bukan “kebutuhan” individu.
“Hal ini membuat kecenderungan gaya hidup konsumtif makin tidak terkendali. Apalagi, sejumlah produk juga ditawarkan melalui skema kredit atau bayar belakangan,” kata Dhea.
Secara sederhana, proyek Simlife.id merupakan kampanye sosial yang bertujuan mengedukasi publik agar bergaya hidup sederhana, minimalis, dan membeli barang hanya yang dibutuhkan saja.
Tujuan utama dari proyek sosial ini adalah mewujudkan perubahan perilaku konsumtif menuju kehidupan yang sederhana. Akun Instagram ini diisi dengan beragam konten seputar tips dan trik dalam menjalankan gaya hidup minimalis, sehingga diharapkan dapat mencapai keberfungsian sosial yang ideal.(arm)*
