Unpad Terima Kunjungan dari Ikapen dan Alumni Fakultas Ekonomi Unpad

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kiri) menerima cenderamata dari Nugraha Besoes (kanan), perwakilan alumni FE Unpad, di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Rabu (12/12). (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 12/12/2012] Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat ketika para pensiunan dan alumni Unpad hadir kembali di kampus yang pernah dibesarkan dan membesarkannya. Seakan menjadi ajang untuk mengenang kembali masa lalu, para pensiunan dan alumni ini berkumpul kembali dalam acara “Silaturahmi Ikatan Keluarga Pensiunan (Ikapen) dan Alumni Fakultas Ekonomi”  yang digelar di Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (12/12).

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kiri) menerima cenderamata dari Nugraha Besoes (kanan), perwakilan alumni FE Unpad, di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Rabu (12/12). (Foto: Tedi Yusup)

“Sungguh senang bahwa pada siang hari ini kami bisa bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dalam acara silaturahmi ini. Terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian, selamat datang kembali di Universitas Padjadjaran,” ujar Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia ketika menyambut kunjungan dari para pensiunan dan alumni tersebut di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga sempat menjelaskan berbagai macam perkembangan Unpad dari mulai peletakan batu pertama hingga kini mencapai usia 55 tahun dihadapan sekira 60 orang pensiunan Unpad dan 130 orang alumni yang kebanyakan berasal dari Fakultas Ekonomi Unpad. Pemaparan yang diiringi dengan penampilan secara visual perkembangan Unpad tersebut tak pelak menguak memori masa lalu para pensiunan dan alumni tersebut.

Rektor juga menyadari bahwa kebesaran Unpad sekarang tak akan pernah terwujud tanpa hasil jerih payah para alumni dan para dosen terdahulu. Oleh karena itu, ia pun sangat mengapresiasi kehadiran mereka yang pernah sempat memberikan hal besar bagi Unpad.  “Saya sangat senang sekali bisa bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu. Ini adalah penyemangat juga bagi kami untuk terus mengembangkan Universitas Padjadjaran ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Nugraha Besoes, salah satu alumni Fakultas Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Unpad angkatan 1959 yang mewakili rekan-rekannya pada kesempatan tersebut juga benar-benar kagum dengan perkembangan Unpad bila dibandingkan dengan jamannya dahulu. Menurutnya telah banyak perkembangan yang terjadi di Unpad selama ini, bahkan dulu yang awalnya kampus ini dipandang sebelah mata sekarang menajdi salah satu kampus favorit di Indonesia.

“Saya betul-betul terharu karena saya pada saat masuk ke Unpad dahulu, Unpad itu seperti pedagang kaki lima, ditawar-tawarkan siapa yang mau masuk ke Unpad. Jadi melihat perkembangannya sekarang, kami benar-benar terharu,dari sebuah komplek yang tidak terlalu besar, akhirnya kini bisa menjadi sangat besar,” ceritanya.

[nggallery id=20]

Ia juga berpesan kepada Prof. Ganjar dan seluruh civitas Unpad sekarang agar jangan sampai kampus yang dulu pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu dan mencetak banyak sejarah di Dipati Ukur agar tetap lestari. “Mohon Dipati Ukur 35-37 dijadikan sebagai Heritage,” tegasnya.

Tak hanya terpusat di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, para alumni dan pensiunan tersebut juga diajak serta melihat wajah kampus Unpad yang sudah lama tak mereka temui. Mereka diajak mengelilingi kampus Unpad Jatinangor dengan menggunakan bis dan angkutan kampus Unpad. Kemeriahan jelas terlihat pada kegiatan tersebut manakala mereka dapat bertemu kembali dengan rekan dan mengenang kembali masanya dahulu di kampus. *

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: