
[unpad.ac.id] Mahasiswa Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran menggelar aksi peduli lingkungan di kawasan pesisir pantai Tangkolak, Desa Sukakerta, Karawang, 25 – 26 Mei lalu. Aksi digelar sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan di kawasan tersebut yang relatif menurun semenjak pandemi Covid-19 melanda.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa yang terdiri dari gabungan organisasi Health, Safety, and Environment atau HSE Geologi Unpad bersama BEM KM Himpunan Mahasiswa Geologi Unpad melakukan dua program utama.
Dua program tersebut yaitu pembersihan sampah (zero waste) dan penanaman bibit mangrove dan cemara laut. Aksi zero waste digelar pada Selasa (25/5), sedangkan penanaman bibit mangrove dan cemara laut digelar Rabu (26/5).
Dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad disebutkan, sebanyak 2.000 bibit mangrove dan cemara laut ditanam oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan penanaman digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Kepala Pusat Wisata Bahari Pantai Tangkolak, Yanto mengaku, selama pandemi jarang sekali pihaknya menerima bantuan bibit mangrove. Hal ini disebabkan, banyak mangrove yang sudah ditanam kemudian rusak kembali akibat berbagai faktor.
“Ada yang sudah ditanam kemudian rusak kembali akibat berbagai faktor, terutama faktor alam yang tidak bisa kami cegah seperti abrasi sehingga harus disulam kembali bibitnya,” ujarnya.
Kerusakan ekosistem di Pantai Tangkolak turut menyumbang kerusakan ekosistem mangrove nasional. Selama 2020, sekitar 18 persen dari total luas 3 juta hektar hutan mangrove di Indonesia mengalami kerusakan.
Yanto menuturkan, tidak hanya faktor abrasi, penumpukan sampah organik dan anorganik akibat pembuangan sampah sembarangan sepanjang pesisir Pantai Tangkolak masih cukup banyak.
“Perlu adanya penindakan lanjut dari sampah-sampah disini, salah satunya pengumpulan sampah dalam trashbag atau karung yang kemudian ditumpuk dengan rapi sehingga bisa menjadi penahan ombak juga nantinya,” kata Yanto.
Kondisi ini kemudian mendorong mahasiswa FTG Unpad untuk melakukan aksi bersih sampah sekaligus penanaman bibit mangrove dan cemara laut.
Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi poin 15 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu yaitu melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), membalikkan degradasi tanah danmenghambat hilangnya keanekaragaman hayati.(rilis)*
