KKN Virtual Unpad Berikan Kemampuan Manajerial Mahasiswa Lewat Teknologi

Suasana pelatihan aplikasi Trello bagi Dosen Pendamping Lapangan KKN Virtual Unpad, Rabu (30/6) lalu.*

[unpad.ac.id] Sebanyak 2.675 mahasiswa akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata pada 10 Juli hingga 11 Agustus mendatang. Seperti pada periode sebelumnya, pelaksanaan KKN yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 ini digelar dengan metode virtual.

Koordinator pelaksana KKN Virtual Unpad Dr. Risna Resnawaty, M.P., menjelaskan, tahun ini, pelaksanaan KKN Virtual tetap terintegrasi dengan pelaksanaan hibah Riset dan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan dosen. Sebanyak 292 dosen penerima hibah PPM bertindak langsung menjadi Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

“Setiap dosen memiliki judul atau tema penelitian yang berbeda,” kata Risna saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad, Kamis (1/7).

Nantinya, setiap mahasiswa yang tergabung dalam kelompok yang dikoordinatori satu DPL akan melaksanakan kegiatan KKN di tempat tinggalnya masing-masing. Mahasiswa akan melakukan pendekatan, sosialisasi, hingga mengerjakan sejumlah proyek tertentu berdasarkan tema atau judul PPM DPL.

Karena dilakukan di tempat tinggal masing-masing mahasiswa, jangkauan dari kegiatan KKN Virtual Unpad juga akan lebih luas. “KKN bukan hanya digelar di suatu wilayah saja, tetapi jadi lebih luas karena saat ini mahasiswa masih berada di rumahnya masing-masing,” kata Risna.

Lebih lanjut Risna mengatakan, Unpad tetap mengingatkan setiap mahasiswa untuk memperketat protokol kesehatan selama melaksanakan KKN Virtual. Sekalipun dilakukan secara virtual, mahasiswa tetap perlu melakukan pendekatan dan sosialisasi ke masyarakat sekitar.

Karena itu, untuk mencegah risiko terpapar Covid-19 selama di lapangan, mahasiswa perlu tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, lanjut Risna, mahasiswa juga perlu menyiapkan upaya yang lebih maksimal, mengingat proses KKN Virtual memiliki sejumlah tantangan dibandingkan KKN luring.

“Saya rasa ketika mahasiswa mampu menjelaskan tujuannya dengan baik, melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan baik, kegiatan KKN virtual akan bisa ditangani,” kata Risna.

Gunakan Platform

Meski dilaksanakan secara terpisah, setiap mahasiswa tetap bisa melakukan kolaborasi melalui platform khusus untuk melaksanakan proyek bersama. Melalui platform ini pula, aktivitas harian mahasiswa juga bisa dipantau dengan baik.

Risna menjelaskan, penggunaan platform kolaborasi semisal Trello memungkinkan mahasiswa untuk menyusun kolaborasi dan mengatur rencana proyek dengan baik. Kemampuan menyusun kolaborasi melalui platform teknologi ini juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa di dunia kerja.

“Kami berupaya mengenalkan platform yang menjadi metode baru dalam melakukan proyek kolaborasi. Manfaatnya bukan hanya di KKN, tetapi ketika dia sudah bekerja di tempat kerjanya, sudah terbiasa melakukan project based learning,” papar Risna.

Guna menyiapkan kompetensi tersebut, Unpad sudah memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Trello bagi para DPL. Nantinya, DPL akan bertugas mengajarkan aplikasi tersebut kepada para mahasiswa peserta KKN Virtual.*

Share this: