
[Kanal Media Unpad] Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., mengatakan, tenaga profesional, termasuk di bidang kesehatan, perlu meningkatkan kapasitas dan adaptif terhadap pekerjaan baru yang akan muncul.
“Munculnya revolusi industri 4.0 ini mendorong bahwa tenaga kerja atau profesional ke depan itu harus selalu mempelajari kemampuan baru dan secara terus menerus dia harus mampu adaptif terhadap pekerjaan baru yang muncul,” kata Prof. Tri pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu yang digelar Dewan Profesor Universitas Padjadjaran, Sabtu (23/10/2021].
Seorang dokter misalnya, meski ke depan masih menjalani bidang pekerjaan yang sama, beragam teknik, keterampilan, dan pendekatan yang digunakan pasti berubah dan muncul hal baru. Variasi atau diferensiasi dari pekerjaan yang selama ini dijalani juga akan muncul.
“Covid-19 mempercepat terjadinya transformasi ini. Sesuatu yang baru dipikirkan sepuluh tahun ke depan atau lima tahun ke depan, demand nya sudah muncul sekarang,” ujar Prof. Tri.
Menurutnya, ke depan kompetensi yang diperlukan adalah terkait penguasaan teknologi, sosial dan emosional, serta higher cognitive skills.
Selain itu Prof. Tri juga menyebutkan bahwa perlunya kemampuan agilitas dan terlibat terhadap berbagai jenis pekerjaan dan konteks yang berbeda. Hal ini dikarenakan interaksi dunia kerja menjadi lebih cair.
Rektor ke-11 Unpad ini menjelaskan, dengan adanya dorongan ilmu pengetahuan dan teknologi, spesialisasi kemampuan akan tetap muncul. Namun, aspek otomatisasi, digitalisasi, dan dinamis tetap tidak bisa dihindari.
Hal tersebut mendorong siapapun, termasuk di dunia kedokteran, menguasai kemampuan fundamental yang memiliki tiga ciri, yaitu mampu mengembangkan kapasitas lebih dari yang diperoleh aspek otomatisasi, terbiasa mengoperasikan lingkungan digital, dan harus mampu secara terus menerus beradaptasi.
“Siapapun termasuk dunia kedokteran, mau tidak mau harus menguasai fundamental skills yang mempunyai tiga ciri ini,” ujar Prof. Tri.Untuk mengembangkan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia, pendidikan pun menjadi penting. Prof. Tri menyebutkan bahwa aspek pendidikan, kemampuan belajar, dan meaningfull work perlu ada dalam satu kesatuan.
Prof. Tri mengatakan bahwa penting adanya keterikatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Menurutnya ini bukan hal yang baru, namun perlu diimplementasikan lebih kuat.
“Inilah yang akan membangun kekuatan dunia pendidikan atau dunia kampus dengan masyarakat. Karena dua-duanya saling memerlukan,” ujarnya.
Di bidang kedokteran, Prof. Tri mengatakan bahwa medical education dan health care service semestinya dapat saling memperkuat. Interdependensi academic health system perlu dilakukan.
“Ujungnya musti punya kontribusi terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan,” kata Prof. Tri.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan agilitas yang digabungkan dengan konsistensi memegang teguh etik dan norma, bukan hanya berkontribusi untuk dapat menghadapi tantangan dan menghasilkan sesuatu yang hebat. Lebih dari itu, dapat memprediksi tantangan apa yang akan dihadapi ke depan dan menjadi pemimpin sistem yang ada.(arm)*
