SPM Unpad Berikan Pembekalan Sistem Penjaminan Mutu Internal

[unpad.ac.id, 20/12/2019] Dalam rangka membangun budaya mutu di perguruan tinggi, Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjadjaran melakukan pembekalan mengenai  implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada para Ketua Program Studi di lingkungan Unpad di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (19/12).

Foto bersama peserta dan pemateri acara pembekalan   implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada para Ketua Program Studi di lingkungan Unpad di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (19/12).*

Dalam acara tersebut, para peserta diberi materi mengenai pengisian instrumen SPMI secara daring (online). Kegiatan yang dipandu oleh Wakil Kepala SPM Unpad, Yuyun Hidayat, M.T., Ph.D ini diisi oleh pemateri Asep Sutiadi, S.Sos., M.Si. (Arsiparis Ahli Madya SPM).

Kepala SPM Unpad, Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si., dalam pengarahannya mengatakan bahwa setiap perguruan tinggi dianjurkan untuk mengisi Evaluasi Diri (SPMI).

Hal ini sesuai dengan amanat Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui Direktorat Penjaminan Mutu tentang program penguatan SPMI di perguruan tinggi. Agar program-program tersebut dapat berjalan sesuai dengan kondisi perguruan tinggi, maka dalam mengimplementasikan SPMI tersebut perlu dilakukan pemetaan tentang kondisi implementasi SPMI pada saat ini di perguruan tinggi  masing-masing.

“Kita harus patuh dalam pengisian SPMI. Ada asas manfaat yang akan diperoleh. Selain menabung data juga dampaknya pada proses-proses lain untuk memudahkan jalan bagi yg ingin akses hibah-hibah di Dikti. Kami harap para kaprodi dapat segera mengisi instrumen evaluasi diri SPMI paling lambat sampai tanggal 31 Desember 2019,” ujar Dr. Funny.

Saat ini SPM bekerja sama dengan Direktorat Perencanaan dan Sistem Informasi (DPSI) sedang membuat software instrumen Aplikasi Audit Mutu Internal dan Evaluasi Diri (AMIED). Instrumen AMIED ini akan digunakan untuk persiapan akreditasi dan pengambilan keputusan atas kinerja SDM. Target berikutnya adalah melatih kembali Auditor dengan aplikasi yang sama untuk mengaudit prodi-prodi berbasis aplikasi.

Pada kesempatan tersebut, Sekertaris DPSI Alan Ridwan Maulana, S.Si., M.Kom., memberikan pengenalan rancangan software instrumen AMIED yang sudah sesuai dengan matriks instrumen 9 kriteria. Aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh program studi di setiap semester.*

Rilis: Wati Sukmawati/art