Mahasiswa Teknologi Pangan FTIP Unpad Ciptakan Berbagai Produk Kuliner Berbasis Ubi

Salah satu stan dalam gelaran “Launching Produk Kampung Ubi”, Rabu (05/12) di Lapangan Kopma Kampus Unpad Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 05/12/2012] Ubi, selama ini dikenal masyarakat sebagai bahan pangan pokok pengganti beras. Ternyata, ubi pun bisa dikembangkan menjadi produk olahan pangan unggulan. Hal tersebut tampak dari produk-produk hasil kreativitas mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknik Industri Pertanian (FTIP) Unpad dalam gelaran “Launching Produk Kampung Ubi”, Rabu (05/12) di Lapangan Kopma Kampus Unpad Jatinangor.

Salah satu stan dalam gelaran “Launching Produk Kampung Ubi”, Rabu (05/12) di Lapangan Kopma Kampus Unpad Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

Mengangkat tema “Menggali Potensi Ubi Sebagai Bahan Pangan Bergizi”, pameran kuliner berbasis ubi ini digelar dalam rangka tugas akhir mata kuliah Pengembangan Produk. Menurut ketua pelaksana kegiatan, Betty D. Sofiah, Ir., M.S., ubi adalah salah satu bahan pangan yang potensial selain beras. Selain itu, masih banyak jenis ubi yang belum banyak digali potensinya. “Kita juga menjawab tantangan yang selama ini banyak dicanangkan bahwa kita harus memanfaatkan sumber karbohidrat selain beras,” ujar Betty.

Oleh karena itu, dalam mata kuliah tersebut, setiap kelompok mahasiswa menghasilkan 3 produk olahan berupa 2 produk makanan dan 1 produk minuman yang berbasis ubi dengan arahan dari dosen pembimbing. Adapun jumlah kelompok yang membuka stand di pameran ini ada 24 kelompok. Dapat dipastikan, jumlah resep produk olahan yang dibuat bisa mencapai lebih dari 50 jenis produk.

Betty sendiri membebaskan setiap kelompok untuk mengkreasikan produk kuliner dari jenis ubi apapun. Dimulai dari survei langsung ke pasar, studi literatur baik dari buku maupun internet untuk mencari ubi jenis apa saja yang bisa dikembangkan menjadi produk olahan pangan. Hasilnya pun sungguh menggembirakan. Setiap kelompok berhasil mengkreasikan produk olahan pangan dengan resep-resep yang menarik.

“Setelah melihat stan yang ada, saya kira hasilnya sungguh mencengangkan. Mereka sangat kreatif, baik dalam menghasilkan produk, pengemasan, penghitungan nilai gizi, bahkan sampai menentukan harga yang cocok untuk kantong mahasiswa,” ujar Betty.

Salah satu stan yang ditemui, Pizza Ganyong, merupakan salah satu produk olahan dari bahan ubi ganyong (canna edulis). Pemilik ide kuliner, Dwi Pria Nugraha dan Rike Rachmayati, mengungkapkan alasan dari pembuatan pizza dengan bahan dasar ubi ganyong. “Saat ini banyak orang hanya tahu bahwa pizza adalah makanan Italia. Padahal, kita sendiri bisa membuat pizza bahkan dari ubi ganyong. Kita juga ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa ubi pun bisa menjadi bahan makanan yang bisa diolah menjadi pizza,” ujar Dwi.

Sementara itu, Pembantu Dekan III FTIP Unpad, Bambang Nurhadi, S.TP., M.Sc., merespons positf kegiatan pameran ini. Menurutnya, kegiatan ini juga sekaligus mengenalkan mahasiswa terhadap dunia usaha yang kini memiliki peluang yang lebih besar dibanding berkarir menjadi pegawai. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dapat mampu memosisikan dirinya sebagai seorang wirausaha yang dituntut untuk menghasilkan produk-produk pangan yang baru dan inovatif. “Saya kira kegiatan pameran ini menggabungkan tiga hal, yakni kewirausahaan, kreativitas, dan kuliah,” tambahnya.

FTIP sendiri telah siap untuk memfasilitasi lebih lanjut dari produk olahan yang dibuat oleh mahasiswa, yakni akan membukukan resep-resep dari produk-produk olahan yang dibuat oleh mahasiswa FTIP. “Ini sudah ke-18 kalinya FTIP menggelar pameran dari tugas mata kuliah Pengembangan Produk. Oleh karena itu, kami ingin membukukan seluruh resep yang telah dibuat agar masyarakat tahu dan dapat membuat produk serupa,” ujarnya.*

Laporan oleh Arief Maulana/mar

Share this: