Teliti Prospek Geothermal Tangkuban Parahu, Tiga Mahasiswa FTG Unpad Wakili Indonesia pada Konferensi Internasional di Selandia Baru

Students from the Faculty of Geological Engineering (FTG) Unpad whose piece of research enabled them to represent Indonesia and take part in an international conference, “the 26th International Applied Geochemistry Symposium (IAGS) on November 18-21, 2013 in Rotorua Convention Center, Rotorua, New Zealand.

[Unpad.ac.id, 02/12/2013] Pengembangan geothermal (panas bumi) sebagai energi baru dan terbarukan di Indonesia terus dilakukan. Berbagai penelitian pun dilakukan oleh para ahli untuk mengungkap lebih banyak mengenai potensi yang dihasilkan dari panas bumi. Salah satu penelitian juga dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad.

Ketiga mahasiswa FTG Unpad yang mewakili Indonesia dalam konferensi Internasional bertajuk “The 26th International Applied Geochemistry Symposium (IAGS)” pada 18-21 November 2013 di Rotorua Convention Center, Rotorua, Selandia Baru *
Ketiga mahasiswa FTG Unpad yang mewakili Indonesia dalam konferensi Internasional bertajuk “The 26th International Applied Geochemistry Symposium (IAGS)” pada 18-21 November 2013 di Rotorua Convention Center, Rotorua, Selandia Baru *

Adalah Novangga Anandhika Putra, Naufal Juliandre, dan Rifky Meisya, tiga orang mahasiswa FTG Unpad yang meneliti mengenai prospek geothermal di Gunung Tangkuban Parahu. Melalui penelitian tersebut, ketiganya menjadi wakil Indonesia dalam konferensi Internasional bertajuk “The 26th International Applied Geochemistry Symposium (IAGS)” pada 18-21 November 2013 di Rotorua Convention Center, Rotorua, Selandia Baru.

Dalam rilisnya disebutkan, penelitian ketiga mahasiswa tersebut berbicara tentang prospek geothermal di kawasan Gunung Tangkuban Parahu yang diklasifikasikan sebagai gunung api tipe B, sedangkan pada umumnya eksplorasi geothermal di Indonesia dilakukan di gunung api dengan klasifikasi tipe C.

Dalam kurun waktu penelitian selama 2 bulan, ada 2 pendekatan yang digunakan ketiganya saat melakukan prospeksi, yaitu pendekatan geologi dan geokimia. Pendekatan geologi digunakan untuk membuat pemetaan daerah lokasi selain litologi dan struktur yang sangat berpengaruh untuk sistem geothermal. Sementara pendekatan geokimia dilakukan melalui analisis sampel fluida untuk selanjutnya dianalisis dan diproses lebih lanjut. Dari penelitian tersebut dapat ditentukan zona-zona mana saja yang memiliki prospek untuk pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Tangkuban Parahu.

Melalui penelitian ini, ketiganya pun berangkat ke Selandia baru untuk melakukan presentasi pada konferensi tersebut. Novangga menuturkan, keterlibatannya dalam kegiatan ini diakuinya sangat memberi pengaruh positif.

Alhamdulillah, kami banyak bertemu dengan ahli geosaintis dunia terlebih yang berkecimpung di bidang geothermal, salah satunya Mr. Patrick Browne yang sangat melegenda di Selandia Baru.  Koneksi dan wawasan kami sangat bertambah. Pokoknya sangat senang bisa membawa nama Geologi Unpad ke kancah seperti ini,” tutur Novangga.

Konferensi tersebut diprakarsai oleh Association of Applied Geochemists (AAG) yang bekerjasama dengan para geosaintis dari Selandia Baru. Tujuannya yaitu mengajak para ilmuwan kebumian di seluruh dunia untuk berpartisipasi dengan menyumbangkan karya tulis ilmiah yang berhubungan dengan pengaplikasian geokimia berikut metode dan analisis serta eksplorasi dan pengembangan geothermal.

Konferensi ini tidak hanya mencakup presentasi karya ilmiah semata, namun meliputi kegiatan lain seperti Field Trip, Workshop, Kursus Singkat dari beberapa ahli kebumian, serta career days. *

Rilis: Himpunan Mahasiswa Geologi FTG Unpad / am *

Share this: