[Unpad.ac.id, 2/09/2016] Sebanyak 44 peserta mengikuti Technopreneurship Boot Camp Akselerasi Inovasi di Bale Atikan atau Unpad Training Center, Jalan Ir. H. Djuanda No. 4 Bandung, 22-24 Agustus 2016 lalu. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Inovasi, Korporasi Akademik, dan Usaha Universitas Padjadjaran dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek), yang digelar untuk mendorong munculnya para technopreneur baru.

Boot Camp Akselerasi Inovasi diisi dengan workshop yang yang terstruktur dan sistematis. Dimulai dari tahap pencarian ide, validasi ide, sampai dengan membuat model bisnis sebagai acuan usaha yang akan dijalankan.
Workshop dipandu oleh para akademisi serta praktisi di bidang bisnis dan inovasi. Mereka adalah Tubagus Fiki Chikara Satari S.E., M.M., Dipl. A.E selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad sekaligus Ketua dari Bandung Creative City Forum, Kukuh Indra Prasena selaku Direktur Young Entrepreneurs Academy Indonesia, Bezie Galih Manggala selaku CEO Pananyaan Business Training and Consultant, serta Totok Pujianto, Ir.MT dan Dr. Dwi Purnomo dari Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad. Pada kesempatan tersebut juga didatangkan mentor-mentor pendamping dari The Local Enablers – Forum Kreatif Jatinangor untuk mengawal proses ideasi dan validasi bisnisnya.
Dalam kegiatan ini, para peserta dibagi dalam 14 kelompok, untuk menghasilkan ide dan model bisnis yang akan diluncurkan. Para peserta ini berasal dari berbagai program studi yang ada di Unpad, seperti Teknologi Industri Pertanian, Teknik Pertanian, Agroteknologi, Agribisnis, dan Administrasi Bisnis.
Di hari terakhir, para peserta mempresentasikan model bisnis yang telah dibuat di hadapan para juri. Juri yang menilai pada kesempatan tersebut yaitu Prof.Dr.Ir.H.Roni Kastaman, MSIE dan Ir. H. Totok Pujianto M.T. dari FTIP Unpad, serta Diyanto Imam selaku Direktur Eksekutif Yayasan Inotek.
Diyanto Imam pun mengungkapkan apresiasinya atas penerimaan Unpad dalam kegiatan Technopreneurship Boot Camp. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong setiap tahapan inovasi sehingga dapat membantu mewujudkan ekosistem kewirausahaan berbasis IPTEK yang kondusif. Ia juga mengharapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini akan muncul ide-ide bisnis berbasis IPTEK yang dapat diimplementasikan dengan cepat dan tepat.
Berdasarkan hasil penjurian, terdapat tiga kelompok terbaik. Kelompok terbaik tersebut yaitu:
- Hi-jave, yang beranggotakan Elni Hazar Indriantin, Deuis Andini Meiliana Putri, dan Melvina Nur Sabrina dari Teknologi Industri Pertanian.
- Co, yang beranggotakan Muhammad Fauzi (Agroteknologi), Andrian Nur Ramadan (Agribisnis) dan Muhammad Mas’ud (Teknik Pertanian).
- Creez Up, yang beranggotakan Nurlela Sari, Indriani, dan Noviyanti Isnaeni dari Administrasi Bisnis.*
Rilis / art
