[Unpad.ac.id, 20/12/2016] Masih banyak masyarakat memandang sebelah mata pada para penyandang disabilitas. Padahal, layaknya manusia pada umumnya, mereka punya hak beraktivitas pada lingkup sosial, serta hak menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki. Pemerintah selaku pelindung masyarakat terus berupaya agar penyandang disabiitas punya hak yang sama secara hukum di masyarakat.

Adalah Yayasan Smile Motivator, salah satu organisasi noprofit yang merangkul dan membina talenta para penyandang disabilitas, untuk kemudian mendorong para penyandang disabilitas berani menampilkan berbagai potensi yang dimilikinya. Aktivitas yayasan ini berfokus pada pengembangan bakat seni.
Beragam potensi tersebut dipentaskan melalui gelaran “Infinity 2016: Ability Has No Limit” yang diselenggarakan sejumlah mahasiswa prodi Hubungan Masyarakat kelas B Angkatan 2014 Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa (20/12) malam.
Keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkah para penampil untuk totalitas di panggung. Sederet pertunjukan ditampilkan, mulai dari aksi teatrikal, pentas tari kontemporer, pagelaran busana, stand up comedy, pagelaran kaulinan barudak Sunda, ajang pamer lukisan karya pelukis disabilitas, hingga musikalisasi puisi.
Ketua Pelaksana Infinty 2016, Rashif Qisthas Shafwatuddin, mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember. Kegiatan ini merupakan bentuk kampanye menghapus stigma sosial yang selama ini melekat di masyarakat tentang penyandang disabilitas.
“Di acara ini para penyandang bisa menunjukkan karya dan ditonton banyak orang sehingga diharapkan dapat mengikis anggapan negatif di masyarakat,” ujar Rashif.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu pemerintah menyosialisasikan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. “Kita mendukung penuh UU tersebut terutama pada bagian hak untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan,” lanjut Rashif.
Pertunjukan ini dihadiri oleh mahasiswa, sejumlah pejabat pemerintah provinsi Jawa Barat, hingga masyarakat umum. Turut hadir Dekan Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.H., S.Sos., M.Si, serta Manajer Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fikom Unpad, Agus Setiaman, S.Sos., M.I.Kom.
Senada dengan Rashif, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang PKPLK Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dra. Hj. Ester Miory Dewayani, M.M.Pd., mengatakan, kegiatan ini mampu mengakomodasi hak-hak dasar penyandang disabilitas dalam hal pemenuhan pendidikan dan interaksi di kehidupan sosial. Ia memandang sudah bukan saatnya kaum disabilitas dikucilkan di masyarakat.
Untuk itu, ia pun mengharapkan Unpad untuk dapat memfasilitasi lebih para penyandang disabilitas. “Unpad diharapkan dapat membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk dapat berkuliah sesuai dengan potensi yang dimiliki,” kata Ester.
Sementara itu, Agus Setiaman mengatakan, kegiatan yang diprakarsai mahasiswa ini merupakan implementasi dari tugas akhir mata kuliah Event Public Relation di prodi Humas yang diampu Lilis Puspitasari, S.Sos., M.I.Kom. Dengan digelarnya kegiatan ini, mahasiswa telah mampu mewujudkan konsep pembelajaran transformatif yang diterapkan Unpad.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
