Penelitian Dua Dosen Unpad Raih Penghargaan BP3IPTEK Jabar

[Unpad.ac.id, 22/12/2016] Penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Pertanian, Dr. Tomy Perdana dan dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Dr. Dwi Purnomo meraih penghargaan dari Badan Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3IPTEK) Provinsi Jawa Barat pada Seminar dan Presentasi Hasil Riset Kreatif, di Park Hotel Bandung, Selasa (20/12) lalu. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Kepala BP3IPTEK Jabar, Dr. Ir. Lukman Shalahudin, MSc kepada Dr. Tomy sebagai salah satu peraih Penelitian Terbaik dan Dr. Dwi sebagai salah satu peraih Poster Terbaik Hasil Penelitian.

Dr. Tomy Perdana dan Dr. Dwi Purnomo, dua dosen Unpad yang meraih penghargaan dari BP3IPTEK Jabar.*
Dr. Tomy Perdana dan Dr. Dwi Purnomo, dua dosen Unpad yang meraih penghargaan dari BP3IPTEK Jabar.*

Sebelumnya, setelah melalui serangkaian seleksi, Dr. Tomy dan Dr. Dwi berhasil meraih hibah penelitian dari BP3IPTEK. Penelitian pun dilakukan selama satu tahun, dan presentasi hasil penelitian dilakukan pada kegiatan tersebut.

Penelitian dilakukan oleh Dr. Tomy beserta tim yang terdiri dari Eddy Renaldi, SP., ME, Mahra Arari, Sp., MT, dan Tetep Ginanjar, SP., M.Sos. Judul penelitiannya adalah “Pengembangan Model Sistem Pemasaran dan Rantai Pasok Agribisnis Beras yang Efisien, Responsif, dan Berkeadilan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Pendapatan Petani”.

“Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu sebagai sentra utama beras Jabar. Penelitian ini merupakan kaji tindak yang mengombinasikan pemodelan system dynamics dengan studi kasus implementasi dari model yang dihasilkan pada gabungan kelompok tani Tani Mulus di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu,” jelas Dr. Tomy.

Diungkapkan Dr. Tomy, penerapan model tersebut pada Gapoktan Tani Mulus telah memberikan dampak baik, seperti peningkatan harga gabah dan adanya nilai tambah, karena Gapoktan telah mampu mengelola agroindustri beras. Mereka pun memiliki akses langsung ke pasar terstruktur seperti supermarket, restoran, dan katering.

“Selain itu, beras yang dihasilkan merupakan beras aman pangan yang telah melalui uji lab mutu dan keamanan pangan sebagai syarat untuk mendapatkan PSAT,” ungkapnya.

Dr. Tomy pun berharap bahwa penelitian tersebut dapat berkontribusi terhadap pengembangan teori dan metodologi terkait manajemen rantai pasok. Penelitian ini pun diharapkan pula dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan daya saing dan pendapatan petani.

“Penghargaan tersebut menjadi pendorong untuk mengembangkan lebih lanjut rekayasa sistem rantai pasok beras untuk meningkatkan daya saing pendapatan petani,” kata Dr. Tomy.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan Dr. Dwi dan anggota timnya, Koko Iwan Agus Kurniawan berjudul “Model Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah berbasis Agroindustri melalui Kolaborasi Desa Kota”. Melalui penelitiannya itu, Dr. Dwi mengukur keberhasilan aplikasi Fruters Model yang telah ia gagas sejak tahun 2013 lalu.

“Hasilnya bagus sekali jika dilihat dari kemajuannya, dilihat dari 9 blok yang ada di business model,” ungkap Dr. Dwi.

Pengukuran tersebut dilihat dari key partners, key activities, key resources, value proporsition, customer relationship, channels, customer segment, cost structure, dan revenue streams. Berdasarkan hasil penelitian, model tersebut dinilai mampu untuk menyebarkan  nilai manfaat, termasuk menghubungkan manfaat antara desa dan kota. Dari penelitian ini pula, diketahui bahwa penjualan produk hasil pertanian terbaik sebetulnya bukan ada pada “brand”, melainkan pada “brand-story”.

Fruters Model itu terbukti bisa, dan diterapkan pada lingkup-lingkup masyarakat yang kecil, tetapi memliki dampak yang luas,” jelasnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Share this: