[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menggelar kegiatan Seminar, Simposium, dan Workshop Perubahan Iklim “Partisipasi Aktif Multi-Pihak dalam Pencapaian Enhanced Nationality Determined Contribution” yang dilaksanakan di Bale Sawala, Gedung Rekrorat Unpad Jatinangor, Senin, (22/7/2024).
Dalam kegiatan ini, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kemen LHK RI Ir. Ary Sudijanto, Direktur Eksekutif Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pasific (CCROM – SEAP) IPB University Prof. Rizaldi Boer, serta Direktur Mitigasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yulia Suryani, M.Sc., hadir sebagai pembicara.
Selain itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, H.E Tri Tharyat, LLM., juga turut memberikan materi secara daring.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mengatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan Pola Ilmiah Pokok Universitas Padjadjaran yaitu “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”. Maka dari itu, Unpad diharapkan dapat menjadi garda terdepan bagi pembangunan nasional.
“Bukan hanya untuk melakukan riset, tetapi memahami, benar-benar bisa mengamalkan dalam action strategis, (serta) bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak,” jelas Rektor.
Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa perubahan iklim tidak hanya memiliki dampak merugikan terhadap keberlangsungan serta lingkungan hidup, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti sektor ekonomi.
“Perubahan iklim adalah salah satu isu dunia yang betul-betul sangat harus kita pahami waspadai,” ujarnya.
Dalam menghadapi hal tersebut, perguruan tinggi berperan melalui tindakan strategis dengan melakukan tindakan kolaboratif. Riset dan inovasi dalam pencegahan perubahan iklim atau memberikan solusi dampak atas perubahan iklim juga perlu dilakukan oleh seluruh komunitas perguruan tinggi.
“Mari kita sama-sama berkomitmen dan berkolaborasi untuk melakukan hal baik yang berujung pada gagasan inovatif berbasis riset,” kata Rektor.
Sementara itu Ary Sudijanto menegaskan bahwa saat ini, dunia tengah menghadapi tantangan berat yang disebut dengan tiga isu utama di bumi (triple planetary crisis), yaitu perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Krisis iklim telah menjadi masalah yang penting dan perlu menjadi perhatian serius oleh seluruh negara.
“Perubahan iklim telah menunjukkan berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, panas ekstrim atau gelombang panas yang memberikan dampak berupa global warming, ancaman penyakit, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di seluruh dunia,” jelas Ary.
Untuk mengatasi isu tersebut, Ary mengatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga perlu dilakukan untuk terus melakukan riset dan inovasi. Ary berharap agar kegiatan seminar, simposium dan workshop yang dilaksanakan di Unpad dapat memperluas perspektif terkait peran dalam menghadapi perubahan iklim yang sedang terjadi.
“Mari kita terus meningkatkan optimisme, kreativitas, dan produktivitas serta menjaga solidaritas demi kemanjuan bangsa Indonesia,” ajak Ary. (arm)*





