[Kanal Media Unpad] Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bersama Tim KKN Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan bertema “Peran Probiotik dalam Meningkatkan Efisiensi Pakan dan Buangan Amonia pada Peternakan Bebek Peking”, Selasa (23/7/2024).
Acara ini dilaksanakan untuk mendukung para peternak lokal dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha mereka.
Pelatihan berlangsung selama dua jam dan diikuti 40 peserta dari 8 kelompok tani-ternak dari Desa Margaasih. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi presentasi teori, diskusi, dan demonstrasi praktis mengenai penggunaan probiotik untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi buangan amonia, yang merupakan salah satu tantangan utama dalam peternakan bebek.
“Kegiatan penyuluhan dan pelatihan bersama petani dan peternak Desa Margaasih diharapkan dapat menjadi sarana bertukar pikiran. Tidak hanya sekadar menyampaikan teori mengenai peternakan, melainkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengalaman para peternak selama mengembangkan peternakan bebek peking, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk dari peternakan bebek peking di Desa Margaasih,”kata Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Ir. Abun, MP., IPM.
Pembicara dalam acara ini adalah lima dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan bidang keahlian Nutrisi Ternak dan Teknologi Pakan, yaitu Prof. Dr. Ir. Abun, MP., IPM yang membahas tentang suplemen pakan bebek, dan Dr. Ir. Denny Rusmana, S.Pt., MS., IPM yang menjelaskan tentang formulasi pakan bebek.
Pembicara lain yaitu Dr. Ir. Hendi Setiyatwan, M.Si., IPM yang berbagi pengetahuan mengenai budidaya peternakan, Deny Saefulhadjar, S.Pt., M.Si yang membahas pembuatan pakan, dan Dr. Rahmad Fani Ramadhan, S.Pt yang memberikan wawasan tentang kesehatan penyakit unggas.
Ajang, seorang peternak dari Desa Margaasih berkesempatan mengungkapkan keresahannya pada acara tersebut.
“Saya sudah berkutat dalam peternakan bebek peking dari 2022, memang yang selama ini mengganggu adalah bau saat pengolahan bubuk yaitu saat proses fermentasi. Saya berharap adanya solusi dan saran dari dosen – dosen terkait masalah yang tidak hanya saya alami, melainkan kelompok ternak lain di Desa Margaasih,” kata Ajang.
Selama kegiatan, para peternak berdiskusi bersama kelima dosen tentang bagaimana probiotik bekerja dalam sistem pencernaan bebek dan cara mengaplikasikannya dalam pakan sehari-hari. Acara ini merupakan bagian dari program pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran untuk mendukung peningkatan kualitas produksi peternakan bebek peking.
Bebek peking merupakan program ketahanan pangan yang dikelola desa, di mana hasil dari program ini akan diberikan kembali kepada masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat. Para mahasiswa KKN juga berpartisipasi dalam demonstrasi peran probiotik dalam pakan bebek peking selama KKN berlangsung. (art)*
