Peneliti dan Mahasiswa KKN Unpad Bina Warga Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Cair

Foto bersama peneliti, mahasiswa KKN Unpad dan anggota Kelompok Wanita Tani Dusun Cikubang RW 05 di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. (Foto oleh Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa KKN Unpad menerapkan pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis limbah ternak untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga kepada Kelompok Wanita Tani Dusun Cikubang RW 05 di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan dasar POC, warga setempat dapat meningkatkan hasil pertanian, mendukung kemandirian pangan, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

“Tujuan utama kita adalah ketahanan pangan, dan langkah pertama dimulai dari penggunaan pupuk. Jika kita memiliki ternak, limbahnya bisa diolah menjadi pupuk, yang kemudian digunakan untuk tanaman. Tanaman inilah yang akhirnya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan,” ujar Prof. Dr. Ir. Yuli Astuti Hidayati, M.P., Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unpad Desa Citali di Sumedang, Kamis 6 Februari 2025.

Desa Citali, yang merupakan desa binaan tim peneliti Prof. Yuli dari Fakultas Peternakan, telah menjalankan program pengolahan limbah ternak menjadi Pupuk Organik Cair (POC) selama tiga tahun di Desa Citali. Di tahun ketiga ini, tim peneliti lebih fokus pada RW yang telah mengaplikasikan metode tersebut secara berkelanjutan. Untuk memastikan keberlanjutan penggunaan POC, tim peneliti bersama dengan 20 mahasiswa KKN Unpad memulai kembali dari awal guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian warga.

POC (Pupuk Organik Cair) berbasis limbah ternak pangan adalah pupuk cair yang dibuat dengan mengolah limbah dari ternak menjadi pupuk untuk tanaman. Proses pembuatan POC dimulai dengan pengumpulan bahan baku, yaitu feses (kotoran ternak) dan jerami, yang kemudian didekomposisi awal selama satu minggu. Setelah itu, bahan-bahan tersebut diangin-anginkan sebelum dilakukan ekstraksi dan filtrasi untuk memperoleh cairan yang akan menjadi POC. Hasil filtrat kemudian diinkubasi selama satu bulan. Kemudian, POC akan diuji melalui demonstrasi plot (demplot) pada dua jenis tanaman, yakni tanaman di tanah dan tanaman hidroponik.

Mahasiswa KKN Unpad berperan dalam proses pembuatan POC ini, didampingi oleh tim peneliti dari Fakultas Peternakan. Setelah satu bulan, tim akan kembali untuk mengaplikasikan POC dan memantau hasil pengujian, dengan harapan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di desa tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan adanya program KKN ini. Dulu, kami hanya mengandalkan pembelian pupuk kandang atau pupuk buatan, tetapi dengan membuat POC, kami dapat mengurangi beban biaya. Mudah-mudahan, dengan adanya POC ini, masyarakat, khususnya petani, dapat memanfaatkannya dan mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal,” ujar Dedeh, selaku anggota Kelompok Tani Wanita.

Dengan adanya penerapan POC berbasis limbah ternak oleh KKN Unpad, diharapkan masyarakat Desa Citali, khususnya Kelompok Wanita Tani RW 05, dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk pertanian mereka, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal. Melalui program KKN ini, mahasiswa Unpad berperan penting dalam membantu masyarakat mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah ternak, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi desa.*

Share this: