[Kanal Media Unpad] Memasuki usia 64 tahun, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran telah banyak menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Capaian ini akan terus ditingkatkan oleh para generasi penerus di FMIPA.
Dekan FMIPA Unpad Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si., mengatakan, riset dan inovasi merupakan ruh yang harus digalakkan di FMIPA. Dua aspek ini menjadi marwah penting dalam aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Di lingkungan FMIPA sendiri, komitmen untuk menggalakkan riset dan inovasi telah dilakukan sejak awal berdirinya fakultas tersebut. Sampat saat ini, telah beragam riset yang dihasilkan dari delapan departemen di lingkungan FMIPA.
“Alhamdulillah, beberapa produk riset itu ada yang jadi publikasi dan hasilkan publikasi di jurnal bereputasi di Scopus. Ada juga yang sudah dihilirkan dengan bantuan pihak universitas,” kata Prof. Iman saat diwawancarai di sela kegiatan Dies Natalis ke-64 FMIPA di halaman Gedung Prof. OttoSeomarwoto FMIPA Unpad, Jatinangor, Selasa (1/11/2022).
Prof. Iman mengatakan, FMIPA sendiri telah memiliki beberapa konsentrasi riset, yaitu: kesehatan, energi, pangan, dan lingkungan. Empat konsentrasi ini dilakukan di delapan departemen, sehingga riset yang dilakukan bisa beragam dan menyentuh berbagai sisi setiap bidang konsentrasi.
Guna memperkuat riset dan inovasi, FMIPA telah membentuk Kelompok Bidang Keahlian. Setiap departemen memiliki dua hingga tiga kelompok keahlian. Melalui kelompok ini, aktivitas riset makin terarah. Tidak hanya mengejar publikasi, kerja sama dengan kelompok lain bahkan hingga ke fakultas lainnya juga dilakukan.
Melalui kelompok ini pula, FMIPA mendorong semua dosen berkontribusi melakukan riset. Diharapkan, tidak ada lagi dosen di lingkungan FMIPA Unpad yang tidak melakukan riset.
“Kita saling mengontrol satu sama lain. Itu cukup efektif denga adanya kelompok bidang keahlian ini,” tuturnya.
Hal lain yang ingin dikejar adalah pencapaian target Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang ditetapkan universitas. Prof. Iman mengatakan, beberapa capaian yang dihasilkan telah melampaui target IKK Yang ditetapkan. Kendati demikian, pihaknya berupaya mengejar target lain, salah satunya internasionalisasi.
“Saat ini FMIPA sudah memiliki program studi Kimia yang terakreditasi internasional Royal Society of Chemistry. Kita dorong prodi lain mendapatkan akreditasi internasional lainnya seperti ASIIN, sehingga ini menjadi salah satu kontribusi FMIPA di Unpad,” paparnya.
Ketua Senat FMIPA Unpad Prof. Dr. Toto Subroto, M.S., mengatakan, capaian FMIPA di tingkat universitas cukup menonjol. Salah satunya adalah jumlah guru besar. Saat ini, jumlah guru besar di FMIPA mencapai hampir 15 persen dari total dosen.
“Ini tentunya meningkatkan jumlah guru besar di Unpad,” kata Prof. Toto.
Senada dengan Prof. Toto, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unpad Prof. Dr. Hendarmawan juga mengatakan, FMIPA Unpad memiliki banyak periset andal yang berkontribusi dalam penguatan riset di Unpad.
Salah satunya adalah kontribusi terhadap peningkatan jumlah publikasi ilmiah Unpad di jurnal bereputasi pada 2020. Dari capaian tersebut, sebanyak 25 persen dari publikasi bereputasi tersebut berasal dari FMIPA.
Riset-riset di FMIPA juga telah terekognisi internasional. Hal ini terlihat dari banyaknya kepercayaan internasional, seperti pengiriman peneliti asal negara OKI untuk belajar teknologi vaksin di Unpad, hingga pendanaan JICA untuk aktivitas riset energi di Unpad.
“Ini menandakan bahwa peneliti di FMIPA Unpad sudah memiliki standar internasional,” kata Prof. Hendarmawan.*



