Ilmu Kelautan Unpad Ajak Masyarakat Pangandaran Mengenal Mikrobiota dan Mikroplastik

pangandaran
Pelajar SMA melakukan simulasi pengambilan sampah di pantai dengan basis sains di Pantai Pangandaran.*

Laporan oleh Anggi Kusuma Putri

[Kanal Media Unpad] Departemen Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Global NANO-DOAP (NF-POGO) Project melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Community Outreach) di Pangandaran, 24 – 25 Januari 2023.

Kegiatan ini mengangkat tema “Engaging Young People with the Marine Environment” yang berfokus pada pengenalan dan workshop tentang mikrobiota serta mikroplastik di pantai Pangandaran.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, departemen, dan prodi. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh 26 pelajar SMA/sederajat yang ada di Parigi dan Pangandaran.

Dr. Sunarto, Kepala Departemen Ilmu Kelautan Unpad, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menunjukkan kepada pelajar bahwa ada makhluk kecil yang tidak dapat terlihat oleh mata, tetapi keberadaanya ada di sekitar mereka. Sampah mikro juga menjadi tantangan bagi Pangandaran sebagai daerah pariwisata.

Kegiatan ini dimulai dengan seminar dengan pembicara utama dosen Unpad Dra. Skalalis Diana, M.Si, M. Yusuf Awaludin, M.Sc, dan Buntora Pasaribu, PhD. Selanjutnya, peserta diajari cara pengambilan sampel air yang benar dan simulasi pengambilan sampah di pantai dengan basis sains.

Selain itu, dilakukan juga aksi bersih pantai di Pantai Barat Pangandaran yang merupakan tempat wisata. Dari hasil kegiatan aksi bersih pantai tersebut, ditemukan paling banyak sampah puntung rokok, sedotan, dan plastik.

NANO DOAP Internasional dalam kegiatan ini memberikan bantuan mikroskop portable (foldscope) yang digunakan untuk melihat mikroplastik dan plankton yang ada di pantai Pangandaran. Mikroskop portable yang dirakit sendiri oleh peserta dan dosen menjadi kegiatan menyenangkan dalam rangkaian kegiatan PKM tersebut yang diadakan di ruangan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikadang dan pengamatan mikroplastik di PSDKU Pangandaran.

Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak zona laut, banyaknya sampah plastik yang sampai ke laut menyebabkan Indonesia menjadi penyumbang sampah global terbanyak. Jika tidak segera ditangani, maka pada tahun 2050, jumlah sampah di laut akan sama dengan jumlah ikan yang ada. Untuk itu, penyelesaian terhadap sampah ini harus dilakukan secara menyeluruh termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama generasi muda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan melibatkan banyak peserta seperti nelayan, wisatawan, dan pedagang. Upaya ini juga diharapkan dapat menekan jumlah sampah di Pangandaran yang diketahui sebagai daerah wisata. (rilis)*

Share this: