[Kanal Media Unpad] Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran berhasil maju ke Pekan Ilmiah Nasional 37 Tahun 2024 dengan inovasi riset berupa sensor untuk deteksi gelatin babi pada produk makanan yang dibuat dengan memanfaatkan limbah atau sisa konsumsi kulit jeruk siam.
“Inovasi riset ini ditujukan untuk mengantisipasi banyaknya pemalsuan makanan yang berbahan dasar gelatin babi seperti cokelat, gummy dan marshmallow mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pemanfaatan sisa konsumsi kulit jeruk siam juga dilakukan karena jeruk siam merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia sehingga tentu sebanding dengan limbah yang dihasilkan,” ucap Rafa.
Di bawah bimbingan Dr. Irkham, S.Si., M.Sc., Ph.D. tim yang beranggotakan Rafa Radithya Swara, Dea Hasna Tsary, Nazwa Alya Zahra, Biyas Aurora Nania Nevada dan Elisabeth Nasya Dominika ini sukses mengembangkan riset berupa sensor gelatin babi berbasis immunosensor elektrokimia yang menawarkan sensitivitas, selektivitas serta kecepatan dalam pendeteksian gelatin babi. Keunggulan utama yang dapat diperoleh dari hasil riset ini adalah portabilitasnya dibandingkan dengan sensor deteksi gelatin babi lainnya.
Immunosensor elektrokimia ini dibuat dari elektrode yang telah dimodifikasi dengan nanopartikel serium oksida (CeO2) yang disintesis melalui metode green synthesis dengan menggunakan ekstrak kulit jeruk siam. Oleh karena itu, kemampuan nanopartikel CeO2 dalam mengikat biomolekul seperti anti-gelatin babi sebagai bioreseptor dan gelatin babi sebagai target analisis menjadi lebih maksimal.
Selain berhasil maju ke Pimnas 37, tim ini juga berhasil memperoleh juara 3 pada kategori poster bidang riset/ teknologi Unpad Innovators Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada acara BRIN Goes to Campus Unpad Creators & Innovators Expo 2024.
Dari hasil riset ini, diharapkan dapat meminimalisir resiko pemalsuan produk makanan di Indonesia. “Kami harap hasil riset kami dapat dikembangkan lebih jauh sehingga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk meminimalisir resiko pemalsuan produk makanan berbahan dasar gelatin babi dengan lebih mudah dan cepat” ujar Rafa.* (Rilis).
