[Unpad.ac.id, 26/09/2012] Jumlah mahasiswa peternakan setiap tahunnya terus meningkat. Namun, hanya sedikit dari mahasiswa tersebut ketika lulus mengabdikan diri menjadi peternak. Hal tersebut dikeluhkan oleh salah seorang perwakilan mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad dalam Dialog Interaktif di “Acara Puncak Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2012” di Lapangan Parkir Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (26/09).

Dialog tersebut menampilkan empat pembicara yakni, Ketua Komisi IV DPR RI Drs. Ibnu Multhazam, Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Barat, Ir. Wawan Ridwan, MMA, serta Dr. drh. Sofyan Sudrajat, M.Sc, serta moderator oleh Dekan Fapet Unpad, Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA. Menurut Ibnu, untuk bisa menghasilkan lulusan Fakultas Peternakan yang giat di bidang peternakan, maka mahasiswa tersebut harus ubah paradigma berpikirnya.
“Ketika masuk perkuliahan, motivasi mahasiswa peternakan ternyata masih sama, yakni menjadi sarjana untuk mencari pekerjaan. Hal tersebut tentunya harus diubah, menjadi sarjana yang menciptakan pekerjaan,” tegas Ibnu.
Ibnu pun mengungkapkan, apabila orientasi dan paradigma berpikir mahasiswa Fakultas Peternakan tersebut diubah, maka akan menghasilkan lulusan yang mampu mengamalkan ilmunya di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Sehingga, orientasi bahwa sarjana untuk mencari kerja diharapkan dapat diminimalisir. “Mulai hari ini, buang jauh-jauh pikiran untuk menjadi buruh pekerjaan!” pungkas Ibnu.
Sementara itu, dalam sambutannya Rektor pun menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Peternakan pun harus menanamkan kesadaran bahwa bekerja di dunia peternakan merupakan sesuatu yang menjanjikan. Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, dapat menjadi tolok ukur kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan-makanan hewani. Saat ini pun tengah digalakkan program Sarjana Membangun Desa (SMD) untuk mewujudkan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014.
“Saat, ini kesadaran masyarakat akan kebutuhan pangan hewani terus meningkat. Oleh karena itu, bekerja di dunia ternak saat ini merupakan suatu usaha yang sangat menjanjikan,” ungkap Rektor.
Acara Puncak Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2012 ini digelar dalam rangka hari jadi ke-176 tahun Peternakan dan Kesehatan Hewan di Indonesia. Mengangkat tema, “Dengan Semangat Reformasi Birokrasi, Kita Wujudkan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014 dan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)” kegiatan ini bertujuan sebagai refleksi dari pencapaian kinerja di bidang peternakan selama ini.
Dalam sambutan dari Menteri Pertanian RI, yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Departemen Pertanian RI, Ir. Syukur Iwnatoro, M.S., kegiatan ini merupakan momentum penting untuk evaluasi bagi perkembangan peternakan dan kesehatan hewan. “Dari hasil evaluasi tersebut, diharapkan dapat menjadi sebuah kebijakan ke depannya,” ujar Syukur.
Dalam kegiatan ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Dwiguna dan Ayam Sembawa dengan PATANI dan HIMPULI, serta pemberian penghargaan kepada Pegawai/aparatur di lingkungan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, perusahaan/instansi/kelompok ternak, serta media/pengamat peternakan. Peserta pun diajak untuk menikmati sate kelinci dan minum susu secara bersama-sama bahkan Rektor pun turut serta menikmati sate kelinci ini.*
Laporan oleh: Arief Maulana/mar
