Unpad Kembali Hidupkan “Tarucing Cakra Basa Sunda”

Laporan oleh Muhammad Dzulfikri Firdaus

Sejumlah peserta mengisi kolom-kolom pertanyaan teka teki silang berbahasa Sunda dengan dibantu kamus bahasa Sunda-Indonesia dalam kegiatan “Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda” yang bertempat di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. Jumat (21/2). (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 21/2/20] Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada 21 Februari, Universitas Padjadjaran melalui Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda menggelar “Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda bertempat di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. Jumat (21/2).

Acara ini bekerja sama dengan prodi Sastra Sunda Unpad, Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS), dan Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS)

Kegiatan ini diikuti oleh 358 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni Umum/Mahasiswa sebanyak 277 peserta dan Pelajar sebanyak 81 peserta.

Setelah melakukan registrasi, seluruh peserta mendapat kode unik yang digunakan untuk login menuju akun, kemudian peserta diberi waktu selama 60 menit untuk menyelesaikan soal Tarucing Cakra atau disebut juga Teka-Teki Silang dalam Bahasa Sunda, melalui gawai masing-masing baik smartphone ataupun laptop. Sistem penilaian pun dilakukan terkomputerisasi sehingga proses penilaian dapat berlangsung cepat dan tepat.

Prof. Ganjar Kurnia selaku ketua pelaksana ketika ditemui di sela kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk partisipasi nyata Unpad dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa Sunda.

“Secara umum minat masyarakat tampak sudah cukup baik, kita berharap kedepannya semakin banyak partisipan dan skala kegiatannya diperbesar. Agar bahasa Sunda semakin dipelihara dan dijaga oleh masyarakat itu sendiri.“

Kemudian Prof. Ganjar menambahkan bahwa di waktu mendatang, kegiatan serupa akan digelar rutin tiap bulan melalui situs web lopian.unpad.ac.id, sehingga peserta bisa menjawab pertanyaan teka-teki silang melalui gawai masing-masing tanpa batasan ruang dan waktu. Dan disediakan juga hadiah menarik untuk semakin menjaring minat masyarakat luas.

Ditemui secara terpisah oleh tim Kantor Komunikasi Publik Unpad, Riki Nawawi S.Hum., sebagai pengajar Bahasa Sunda di SMA Al-Masoem, yang tengah membimbing 18 siswanya, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengasah pengetahuan Bahasa Sunda, karena mampu menambah pengetahuan dan kosakata, terutama kosakata yang tidak umum digunakan sehari-hari baik lisan maupun tulisan.

“Generasi penerus kita harapkan terus menjaga kelestarian bahasa ibu, dan kegiatan ini perlu dilanjutkan dalam upaya memotivasi, mendidik, dan melatih agar generasi Z sadar akan pentingnya melestarikan bahasa ibu, dalam hal ini Bahasa Sunda.” Ujar Riki.

Senada dengan Riki, siswi kelas XI SMA Al-Masoem Khairunnisa memberikan kesan positif yang didapat setelah pertama kali mengikuti Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda, mereka juga menyampaikan kesediaannya untuk kembali berpartisipasi jika kegiatan ini kembali digelar. “Meskipun awalnya tegang tapi setelah berjalan ternyata seru, acaranya juga bagus untuk menguji kemampuan, menambah teman baru, dan wawasan kita soal Unpad,” kata Khairunnisa.

Sebelumnya Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sejak 2008 hingga 2011 lalu, dan baru kembali diaktifkan pada tahun ini.*