[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Yosi Yohanes Putra Tandi, S.Ked., meraih dua prestasi dalam ajang Trisakti Annual Medical Practitioner Meeting (AMPM) 2024 yang dilaksanakan di Universitas Trisakti pada bulan November 2024. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa, dokter, dan dokter spesialis nasional-internasional dengan tema “Integrated System and Ecosystem for Developing a Micro Design of Antimicrobial Stewardship”.
Yosi meraih Juara 1 Esai Ilmiah dan Best Performer (Presentator Terbaik) berkat ide inovatif yang berasal dari penelitian skripsinya di jenjang S-1. Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan dr. Ronny Lesmana, M.Kes., AIFO., Ph.D., dan Dr. Imam Megantara, dr., Sp.THT-KL., Sp.MK., M.Kes., serta berkolaborasi dengan Felix Zulhendri, Ph.D dari Fakultas Farmasi Unpad, dan mentor terapi herbal Andhi Tanoto, SE.
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan terapi herbal berbasis propolis untuk menangani resistensi antibiotik, terutama pada kasus Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) yang banyak ditemukan di unit ICU dan PICU. Ide ini didasari oleh fenomena penyalahgunaan antibiotik yang meluas, termasuk dalam bidang agrikultur, yang menyebabkan angka resistensi meningkat hingga 40% di Indonesia. Kondisi ini berisiko terhadap peningkatan angka kematian, terutama pada anak-anak.
Melalui pendekatan berbasis biodiversitas Indonesia, Yosi memaksimalkan potensi propolis sebagai terapi herbal dengan kemampuan reversing resistant properties-activities, sehingga antibiotik yang sebelumnya tidak efektif dapat kembali sensitif terhadap bakteri. Inovasi ini juga memanfaatkan teknologi nanokarier untuk meningkatkan efektivitas terapi secara non-invasif.
Yosi berharap agar penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam implementasi antibiotic stewardship berbasis terapi herbal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dunia. Dengan feasibilitas tinggi dan aksesibilitas yang baik, diharapkan metode ini dapat meningkatkan angka harapan hidup sekaligus mengurangi beban kesehatan masyarakat.* (Rilis)
