[Unpad.ac.id, 10/01/2016] Salah satu arah kebijakan utama Universitas Padjadjaran adalah mentransformasikan proses akademik yang berorientasi pada maslahat pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu Unpad juga harus mewujudkan keunggulan akademik transdisipliner melalui pengarusutamaan riset dan optimasi potensi wilayah dalam konteks global.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad, saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Pimpinan Unpad di Purwakarta, Minggu (10/01) kemarin. Rakerpim yang diikuti oleh unsur Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Rektor, Wakil Rektor, Direktur, Dekan, Wakil Dekan, Biro, dan Tim Regulasi Unpad ini akan berlangsung hingga Selasa (12/01) besok.
“Inti dari perubahan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum adalah bagaimana kita semakin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan. Perguruan tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat,” ujar Rektor.
Arah kebijakan utama lainnya, ujar Rektor, Unpad harus mampu membangun kemandirian sumber daya melalui peningkatan kemitraan. Jalinan kemitraan ini harus pula mendukung komitmen Unpad untuk berkontribusi dalam pembangunan, dengan semangat “from West Java to the World through sustainable development“.
“Unpad juga memiliki arah kebijakan utama mewujudkan tata kelola korporasi akademik yang SIAP, yaitu Sinergi, berintegritas, akuntabel, dan produktif,” ujar Rektor.
Selain itu, sebagai perguruan tinggi yang lahir dan beroperasi di Jawa Barat, Unpad akan selalu menerapkan nilai-nilai adiluhung budaya Sunda pada kehidupan akademik dalam konteks peradaban umat manusia.
Segitiga Tranformatif
Pada kesempatan itu, Rektor juga memaparkan Unpad Transformative Triangle terkait pemanfaatan tiga kampus utama Unpad. Kampus di Jalan Dipati Ukur akan digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan komitmen Unpad membangun bersama dari Jawa Barat untuk Indonesia, dan dunia.
“Di sana, kampus untuk postgraduate. Aktivitasnya diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi Jawa Barat secara keluruhan, Indonesia, bahkan dunia,” papar Rektor.
Kampus di Jatinangor, lanjut Rektor, digunakan untuk pengembangan excellent resource and development. Sementara kampus Arjasari digunakan untuk science and tech translation & regional development.
“Tahun ini, kita akan rancang dengan sungguh-sungguh pemanfaatan kampus Arjasari. Semua fakultas harus hadir di lokasi ini,” tegas Rektor. *
Laporan oleh: Erman
