Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Abah Iwan, “Hymne Unpad Bukan Milik Saya, Tapi Milik Unpad”
 

Berita Terbaru

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Abah Iwan, “Hymne Unpad Bukan Milik Saya, Tapi Milik Unpad”

Dengarkan dan download Hymne Unpad
Dengarkan dan download lagu Almamater

Laporan oleh: Anton Sumantri

[Unpad.ac.id, 15/09] Pengabdian. Itulah ruh yang ditangkap Iwan Abdurrahman dan dituangkan ke dalam sebuah “Hymne Universitas Padjadjaran”. Ia menilai, semangat inilah yang menjadi motor penggerak laju pembangunan Unpad.

“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya sering melihat dan mengamati spirit pengabdian yang ditunjukkan oleh para pendidik, staf dan seluruh sivitas akademika Unpad. Semuanya tercatat oleh alam. Saya hanya menangkap apa yang telah dicatat oleh alam dan menuliskannya kembali ke sebagai catatan dan pembelajaran untuk kita,” papar Iwan Abdurrahman ketika disambangi di kediamannya di wilayah Cigadung, Bandung, Jumat (11/09).

Iwan Abdurrahman (Foto: Dadan T.)

Iwan Abdurrahman (Foto: Dadan T.)

Baginya, apa yang telah dicontohkan para pendahulunya tersebut sangat membekas di benaknya. Hal ini tampaknya mengajari pria yang akrab disapa Abah Iwan tersebut akan  nilai-nilai dari spirit pengabdian. Sebuah tindakan untuk memberikan yang terbaik atas dasar cinta dan tanpa pamrih.

Bersedia mentransfer ilmu dan mengembangkannya demi kecintaan terhadap ilmu dan persamaan hak dalam mendapatkan ilmu. Bersedia memberikan prestasi terbaik demi nama baik Unpad di kancah nasional dan internasional. Bersedia memberikan pelayanan yang terbaik demi keberlangsungan dialektika ilmu dan pengembangannya sehingga mampu menunjang kelancaran transfer ilmu tadi yang berujung pada ditorehkannya prestasi membanggakan atas nama Unpad.

Jika ditarik ke zaman sekarang, semangat ini mulai luntur ketika pengabdian harus berbenturan dengan keinginan materi. Wajar jika manusia membutuhkan materi namun tidaklah bijak jika membabi buta.

Pengamatan dan penelaahan tersebut tidaklah terjadi dalam waktu yang singkat. Melihat langsung contoh nyata di depan mata membuat Abah Iwan tergelitik untuk menilik apa yang menjadi bara penyemangat para tauladan tersebut. “Pada saat menjadi mahasiswa baru di tahun 1965, saya melihat banyak tokoh Unpad menjadi contoh hidup sebuah semangat pengabdian. Hal ini tidaklah mengada-ada karena pada saat itu, para profesor pun mengajar mahasiswa baru. Mereka tidak hanya memberikan ilmu namun juga filosofi di baliknya. Jadi, saya adalah saksi mata atas spirit pengabdian tersebut,” kenangnya.

Berbekal semangat memberi lebih yang terbingkai dalam sebuah pengabdian tersebut membuat Abah Iwan menulis lagu yang kemudian dikenal dengan Hymne Unpad. “Hymne Unpad adalah sebuah catatan alam yang kebetulan saya tuliskan kembali. Oleh karena itu saya bukanlah pencipta dari Hymne Unpad, saya hanya penggubahnya. Menurut saya Hymne Unpad telah ada sejalan dengan adanya semangat pengabdian,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai keengganannya menyandang sebutan sebagai pencipta Hymne Unpad.

Catatan alam tersebut Abah tuliskan kembali ketika ia dan teman-teman lainnya sedang menjalani Pendidikan Dasar (Diksar) Wanadri di Burangrang. “Saat itu, di Pos B di Gunung Burangrang, saya dan teman-teman lainnya membaca catatan alam dan lahirlah Hymne Unpad. Kebetulan pada saat itu, teman-teman yang sedang bersama saya di Pos B adalah teman-teman sesama Unpad. Ketika turun, kami perkenalkan Hymne Unpad di hadapan Dewan Mahasiswa dan semuanya langsung hafal karena liriknya yang pendek dan nadanya mudah diingat,” sambungnya.

Bait-bait dalam catatan tersebut menggambarkan rasa cinta dan harapan Abah kepada Unpad dan insan-insan di dalamnya. Penggambaran yang jujur apa adanya tentang sebuah pengabdian, cinta dan harapan. Hal ini tercermin dari liriknya yang lugas, sederhana, dengan kombinasi nada yang mudah difahami membuat Hymne Unpad terdengar indah dan mudah diingat.

Tak ayal lagi, Hymne Unpad seakan menjadi lagu perjuangan dan lagu wajib bagi mahasiswa dan sivitas akademika Unpad saat itu meskipun belum diresmikan menjadi lagu korps Unpad. Melihat kecintaan dan rasa keterwakilan mahasiswa dan segenap elemen Unpad pada Hymne Unpad, salah satu Guru Besar Unpad yang kemudian menjadi Rektor Unpad dan menjabat Menteri Kehakiman RI, Prof. Mochtar Koesoemaatmadja, meminta Abah Iwan  menjadikan catatan alam tersebut resmi sebagai Hymne Unpad. Abah Iwan tidak langsung menerima permintaan tersebut, ia ingin agar lagu ini hidup dahulu secara alami di lingkungan Unpad, setahun setelah itu ia kemudian menerima tawaran Prof. Mochtar Koesoematmadja. Baru sekitar tahun 1973 lagu tersebut resmi sebagai Hymne Unpad.

Di balik itu, Abah Iwan berpendapat, Hymne bukanlah sebuah lagu yang harus dikultuskan sehingga hanya dinyanyikan ketika saat-saat tertentu saja. “Menurut saya, Hymne Unpad boleh saja dinyanyikan setiap saat untuk memupuk semangat pengabdian tadi, karena Hymne Unpad merupakan komitmen warga Unpad terhadap suatu pengabdian dan cinta serta harapan kepada Unpad,” jelasnya.

Abah Iwan tidak ingin Hymne Unpad tumbuh karena dipaksakan. Ia ingin catatan alam ini hidup dan berkembang di hati setiap warga Unpad, tidak peduli masih berada di lingkungan Unpad maupun telah menjadi alumni. Abah Iwan juga mempersilakan Hymne Unpad itu untuk disebarluaskan.

“Jangan meminta izin sama saya, Hymne Unpad bukan milik saya tapi milik Unpad. Silahkan diperbanyak, Hymne Unpad untuk disebarkan. Kalau orang lain bilang copyright, maka Hymne Unpad itu right to copy,” ujarnya  ketika menanggapi rencana Hymne Unpad akan menghiasi situs Unpad dalam jejaring dunia maya dan bisa diunduh.

Selain Hymne Unpad, Iwan Abdurrahman juga menggubah satu lagu lain bertema Unpad, yaitu “Almamater”. Kembali ia menegaskan bahwa lagu tersebut bukanlah ciptaannya. “Ini merupakan salah satu catatan alam lain yang kemudian saya serap dan tuliskan kembali. Saat itu, kami para mahasiswa dipaksa keluar dari lingkungan Unpad. Meskipun raga ini sempat diusir dari rumah sendiri (Unpad) yang kemudian dijebloskan ke penjara, namun pikiran dan hati ini tetap tertambat untuk Unpad. Maka jadilah lirik ‘Jangankan keringatku, darahku pun kurelakan. Guna baktiku padamu, Almamater…’ lirik ini menggambarkan bagaimana kami tetap cinta dan rela berkorban demi almamater tercinta,” tegasnya.

Kedua lagu gubahan Iwan Abdurrahman yang kental dengan nafas Unpad tersebut kini menjadi ”lagu wajib” yang harus dikumandangkan pada saat acara-acara universitas. Kedua catatan alam itu sering terdengar dan dinyanyikan dalam acara wisuda, seminar atau seremonial lain yang berlangsung di Unpad. (eh)*

Sebelumnya

  • Sifat Melawan Hukum Materiel versus Keputusan MK
  • Empat Mahasiswa FKG Unpad Berlaga di Asia Pasific Dental Student Association di Jepang
  • Setelah FTIP, Kini Cisral Kejar ISO 9001:2008

Sesudahnya

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube