Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Optimalkan Masa Kuliah Demi Masa Depan
Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 10/03] Sebagai mahasiswa, jangan mau menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Isilah masa-masa kuliah tersebut dengan berbagai kegiatan yang positif, seperti mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau membuat usaha, belajar berwirausaha. Dari dua kegiatan tersebut mahasiswa akan belajar berpikir kreatif dan memperluas jaringan.
Demikian antara lain intisari talkshow alumni Fakultas Ekonomi yang diselenggarakan oleh BEM FE Unpad di Bale Rumawat Padjadjaran, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (10/03). Acara bertajuk Principle: Empowered by The Inspiration of Creative Successful People menghadirkan Tubagus Fiki Chikara Satari SE., MM., Dipl.AE., selaku pemilik dan direktur Airplanesystm Clothing, Endang Pitaloka selaku Production Assistant Sinemart Picture, dan Heriyaldi selaku dosen PAAP FE Unpad yang pernah bekerja di Astra International. Acara ini dipandu oleh Pembantu Ketua III PAAP Unpad Harlan Dimas S.E., M.A.
Tubagus Fiki Chikara Satari (Manajemen 1994) yang menjadi pembicara pertama menjelaskan bahwa dirinya telah terjun berwirausaha sejak awal kuliah. Bersama dengan teman-teman SMA-nya, dia membuka usaha warnet dan menjadi distributor susu kemasan ke sekolah-sekolah. Berbekal pengalamannya merintis usaha tersebut, ia mulai mengembangkan usahanya ke bidang yang lain. Dengan pengalamannya berbisnis clothing, pria yang akrab disapa Fiki ini dianggap sebagai sebagai salah penggiat industri kreatif di kota Bandung.
Menurutnya, modal utama industri kreatif adalah ide, desain dan jaringan. Ide itu bisa datang dari mana saja. Kejelian kita melihat suatu fenomena akan memunculkan berbagai ide kreatif. Sedangkan desain, bukan hanya berkaitan dengan menggambar saja. Desain memiliki pengertian yang lebih luas, antara lain bagaimana merancang suatu usaha, mengemas suatu usaha atau produk. Desain harus bisa mentranslasi dan mempersonalisasi ide yang akan kita tuangkan. Sementara itu, jejaring bisa didapatkan di mana saja. Ia mengingatkan bahwa semakin banyak jaringan, akan semakin memperluas usaha kita.
“Optimalkan status kita. Dengan menjadi mahasiswa, kita bisa belajar banyak hal di bangku kuliah. Bila kalian memiliki usaha, manfaatkan status mahasiswa kalian untuk berkonsultasi dengan para dosen di kelas tentang masalah yang kalian hadapi dalam berbisnis. Bila kalian memiliki usaha yang berkaitan dengan dunia mahasiswa, teman-teman anda adalah pasar anda. Dan perbanyaklah jejaring,” jelasnya.
Sementara itu, Endang Pitaloka (ESP 2001) yang bekerja sebagai Production Assistant dan pernah menjadi script writer untuk beberapa tayangan sinetron di televisi, menjelaskan bahwa pekerjaannya saat ini membutuhkan kejelian yang sangat tinggi. Ia harus melakukan estimasi anggaran yang harus dikeluarkan untuk memproduksi sebuah film. Saat ia menjadi script editor, ia harus teliti dalam membaca suatu skenario agar layak dan menarik untuk ditonton. Pengalamannya yang paling berkesan adalah saat memproduksi film Ketika Cinta Bertasbih, yang disebut-sebut sebagai megafilm karena menghabiskan anggaran produksi yang sangat besar dan membutuhkan waktu produksi yang cukup lama.
“Kita harus bisa merencanakan suatu tayangan atau acara sedetail mungkin. Kita harus belajar secara detail, merencanakan sesuatu seefektif dan seefisien mungkin. Selain itu, kita juga harus punya wawasan luas, jangan hanya terfokus pada bidang ilmu kita saja,” tuturnya.
Pada acara tersebut, Heriyaldi (ESP 1994) menjelaskan bahwa setiap orang harus mempunyai target yang jelas. Lakukan tahap demi tahap menuju target tersebut dan nikmati seluruh tahapan tersebut. “Untuk mencapai target tersebut, ada kalanya kita mendapat hambatan atau kegagalan. Itu tidak menjadi masalah. Semua orang pasti mengalaminya. Yang penting jangan mengulangi kesalahan yang sama,” tuturnya.
Pria yang pernah dua tahun berturut-turut menjadi karyawan teladan di Astra International ini menjelaskan bahwa pengalamannya sejak di bangku kuliah hingga bekerja saat ini, menjadikan ia banyak belajar untuk mencapai prestasi dan kesuksesan. “Dalam berkarir, tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam ilmu kita, tapi soft skill seperti kepemimpinan, kemampuan berbahasa Inggris dan ketrampilan komunikasi sangat dibutuhkan,” jelas mantan Ketua Senat FE ini.
Selain talkshow alumni ini, BEM FE Unpad juga menggelar Crown: Carrier Recruitment & Talk Show Alumni. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai hari ini, Rabu (10/3) bertempat di Lorong C FE Unpad. Disana tersedia stand-stand yang menawarkan program magang di berbagai perusahaan, khususnya untuk mahasiswa FE Unpad. (eh)*



